Pernah Jual Jagung Keliling, Herman Deru Buka Kartu Rahasia Sukses

  • 25 Jul 2026 13:00 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru membagikan pengalaman hidupnya dalam mencapai kesuksesan kepada para peserta Bincang Santai Sultan Muda di Palembang pada 24 Juli 2026.
  • Herman Deru menekankan bahwa kesuksesan bukanlah pencapaian instan, melainkan hasil dari perjalanan panjang dan kerja keras sejak memulai karier sebagai pelaku usaha dari tingkat dasar.
  • Beliau telah berhasil mengembangkan berbagai bisnis sebelum akhirnya menjabat sebagai gubernur, menunjukkan pentingnya pengalaman praktis dalam meraih kesuksesan.

RRI.CO.ID, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru membagikan kisah perjalanan hidupnya dalam meraih kesuksesan kepada para peserta Bincang Santai Sultan Muda yang dihadiri calon Sultan Muda serta pimpinan lembaga keuangan. Kegiatan tersebut berlangsung di Pempek Mama Musi, Jalan A. Rivai, Palembang, Jumat, 24 Juli 2026.

Di hadapan para peserta, Herman Deru menceritakan bahwa keberhasilan yang diraihnya saat ini bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan. Jauh sebelum menjabat sebagai gubernur, ia telah meniti karier sebagai pelaku usaha dari bawah hingga mampu mengembangkan berbagai bisnis.

Menurut Herman Deru, pada usia 35 tahun dirinya telah memiliki lima Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Selain itu, ia juga terlibat dalam sejumlah proyek besar, di antaranya pembangunan runway Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II serta Jalan Tol Cipularang.

"Orang lihatnya sekarang sukses. Tapi orang tidak tahu dulu sebelum itu saya pernah jual jagung, bawa jagung kemana-mana sampai ke Soak Simpur kesana sini cari pembeli. Pernah juga bersihkan sasis mobil sampai punya ratusan dump truck. Maaf ya maaf sekali ini bukannya sombong tapi ini supaya menginspirasi," jelasnya.

Herman Deru menegaskan, cerita tersebut bukan untuk menunjukkan keberhasilan pribadi, melainkan memberikan inspirasi kepada generasi muda bahwa kesuksesan hanya dapat diraih melalui kerja keras, komitmen, serta keberanian menghadapi berbagai tantangan. Ia juga membagikan prinsip-prinsip yang selama ini menjadi pegangan dalam membangun dan mempertahankan usaha.

Menurutnya, keberhasilan dalam dunia usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memulai bisnis, tetapi juga oleh konsistensi, konsekuensi terhadap komitmen, serta kecepatan dalam beradaptasi dengan perubahan. Ia menyebut ketiga hal tersebut sebagai prinsip 3K yang harus dimiliki setiap pelaku usaha.

"Konsisten saja belum cukup. Yang lebih penting adalah konsekuen terhadap komitmen yang sudah dibangun. Citra atau reputasi usaha juga sangat penting. Dan yang terakhir adalah kecepatan, yakni kemampuan untuk selalu mengikuti perkembangan dan perubahan dunia bisnis agar tetap relevan dan kompetitif," ujar Herman Deru.

Ia menambahkan, dunia usaha terus berkembang dengan sangat cepat sehingga para pelaku UMKM maupun wirausaha muda dituntut mampu membaca peluang, memanfaatkan perkembangan teknologi, serta merespons kebutuhan pasar secara tepat waktu agar tetap mampu bersaing.

Pada kesempatan itu, Herman Deru juga mengapresiasi komunitas Sultan Muda yang dinilai telah menjadi wadah lahirnya pengusaha-pengusaha muda di Sumatera Selatan. Ia berharap organisasi tersebut terus meningkatkan kiprah dan kontribusinya dalam mencetak wirausahawan baru.

"Saya berharap glory Sultan Muda terus ditingkatkan. Tugas kita bersama adalah menciptakan semakin banyak pengusaha muda yang tangguh dan mampu bersaing," katanya.

Untuk mendukung lahirnya lebih banyak pelaku usaha sukses, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan terus memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui tiga langkah strategis, yakni meningkatkan keterampilan calon pengusaha melalui pelatihan dan coaching clinic, memperluas akses permodalan dengan berbagai skema pembiayaan, serta membuka akses pasar yang lebih luas.

Herman Deru optimistis pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang saat ini berjalan sesuai jadwal akan menjadi pintu baru ekspor Sumatera Selatan sehingga para pelaku usaha tidak lagi bergantung pada daerah lain dalam mendistribusikan produknya ke pasar internasional.

"Insya Allah Tanjung Carat berjalan on schedule. Dengan hadirnya pelabuhan ini, para eksportir Sumatera Selatan tidak lagi bergantung pada daerah lain sehingga peluang pasar akan semakin terbuka," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....