PLN Edukasi Keselamatan Listrik kepada 60 Siswa SDN 87 Palembang

  • 23 Jul 2026 23:49 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • PT PLN menyelenggarakan program edukasi interaktif kepada 60 siswa SD Negeri 87 Palembang tentang manfaat dan bahaya penggunaan listrik.
  • Program bertema 'Paham Manfaat dan Bahaya Listrik Sejak Dini' dirancang untuk menanamkan budaya keselamatan ketenagalistrikan sejak usia sekolah.
  • PLN juga memperkenalkan aplikasi PLN Mobile sebagai layanan digital untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan kelistrikan.

RRI.CO.ID, Palembang - PT PLN (Persero) mengedukasi 60 siswa SD Negeri 87 Palembang mengenai keselamatan ketenagalistrikan melalui program PLN Mengajar. Program tersebut bertujuan membangun budaya aman menggunakan listrik sejak usia dini.

Kegiatan bertema "Paham Manfaat dan Bahaya Listrik Sejak Dini" digelar oleh PLN ULP Ampera bersama Srikandi PLN UP3 Palembang, Rabu, 22 Juli 2026. Edukasi dikemas secara interaktif agar materi mudah dipahami siswa.

Team Leader K3L UP3 Palembang Theo Andhini Putri menjelaskan manfaat listrik serta proses penyalurannya. Siswa juga dikenalkan berbagai potensi bahaya akibat penggunaan listrik yang tidak aman.

PLN mengingatkan siswa agar tidak menyentuh stop kontak dengan tangan basah. Mereka juga diminta menghindari gardu dan jaringan listrik saat bermain.

Peserta mengikuti demonstrasi sederhana penggunaan peralatan listrik. Praktik tersebut membantu siswa mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar.

PLN juga mengenalkan aplikasi PLN Mobile sebagai layanan digital bagi masyarakat. Sebanyak 60 siswa menerima buku edukasi yang memuat pesan keselamatan ketenagalistrikan.

General Manager PLN UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, Diksi Erfani Umar, mengatakan pendidikan keselamatan listrik harus dimulai sejak dini. Menurutnya, anak-anak dapat menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga.

"Keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya tanggung jawab petugas PLN, tetapi membutuhkan kesadaran bersama. Melalui PLN Mengajar, kami ingin anak-anak mengenal manfaat listrik, memahami cara menggunakannya dengan bijak, serta mengetahui risiko yang harus dihindari sehingga mereka dapat menjadi pengingat bagi keluarga di rumah," ujarnya.

Manager ULP Ampera Fahmi Romadona mengingatkan masyarakat tidak mengambil layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan dan mengganggu pasokan listrik.

"Masyarakat diminta tidak mengambil layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik. Segera laporkan melalui PLN Mobile atau petugas PLN agar dapat ditangani dengan aman," katanya.

Kepala SD Negeri 87 Palembang Rohani mengapresiasi program PLN Mengajar di sekolahnya. Ia menilai metode praktik dan kuis membuat siswa lebih mudah memahami materi keselamatan listrik.

"Kami sangat berterima kasih kepada PLN yang telah memberikan edukasi kepada anak-anak. Materi yang interaktif membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya keselamatan listrik," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....