Puncak Kemarau Datang, BMKG Ingatkan Risiko Karhutla Meningkat

  • 21 Jul 2026 22:53 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • BMKG mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan akan meningkat saat puncak kemarau di Sumatera Selatan pada Agustus hingga September 2026.
  • Sekitar 85 persen wilayah Sumatera Selatan telah memasuki musim kemarau sejak Juni 2026.
  • Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan menyampaikan peringatan ini melalui dialog Palembang Menyapa PRO 1 RRI Palembang pada 20 Juli 2026.

RRI.CO.ID, Palembang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat mewaspadai meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat puncak musim kemarau. Puncak kemarau di Sumatera Selatan diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan, Wandayantolis, dalam Dialog Palembang Menyapa Pro 1 RRI Palembang, Senin, 20 Juli 2026. Menurutnya, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan telah memasuki musim kemarau.

Wandayantolis mengatakan sekitar 85 persen wilayah Sumatera Selatan mulai mengalami musim kemarau sejak Juni 2026. Beberapa daerah bahkan telah memasuki musim kemarau lebih awal sejak akhir Mei.

Curah hujan selama Juni hingga awal Juli 2026 juga tercatat lebih rendah dibandingkan kondisi normal. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah mulai mengalami hari tanpa hujan dengan durasi yang semakin panjang.

"El Nino mulai terbentuk di Samudra Pasifik dan mempengaruhi pola cuaca. Kondisi tersebut berpotensi membuat kemarau tahun ini lebih kering dibanding biasanya," ujarnya.

BMKG terus memantau perkembangan cuaca di Sumatera Selatan, termasuk meningkatnya periode tanpa hujan di sejumlah daerah. Situasi tersebut berpotensi memicu kekeringan sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Wandayantolis mengatakan Agustus hingga September menjadi periode yang perlu mendapat perhatian serius. Pada masa tersebut, lahan gambut yang mengering akan lebih mudah terbakar dan lebih sulit dipadamkan.

BMKG mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Warga juga diminta tidak membuka lahan maupun membakar sampah karena dapat memicu kebakaran.

Masyarakat dapat memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG. Informasi tersebut diharapkan membantu masyarakat mengurangi dampak kekeringan dan mencegah terjadinya karhutla di Sumatera Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....