Warga Palembang Keluhkan Antrean Panjang Pertalite di SPBU

  • 19 Jul 2026 15:04 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Antrean kendaraan di SPBU kawasan PTC Mall Palembang mencapai 30-40 menit menunggu untuk mendapatkan Pertalite, menghambat aktivitas harian masyarakat yang bergantung pada kendaraan.
  • Tingginya permintaan Pertalite dipicu oleh harga yang lebih terjangkau dibandingkan Pertamax, menyebabkan antrean hampir setiap hari terutama pada jam-jam sibuk.
  • Keluhan ini menyoroti tantangan ketersediaan dan distribusi bahan bakar di SPBU tertentu, serta dampaknya terhadap efisiensi mobilitas masyarakat Palembang.

RRI.CO.ID, Palembang - Antrean panjang pembelian Pertalite di sejumlah SPBU Kota Palembang mulai berdampak terhadap aktivitas dan produktivitas masyarakat. Pengendara harus menunggu hingga 40 menit untuk mendapatkan bahan bakar, sehingga waktu bekerja dan pendapatan harian ikut berkurang.

Salah satu antrean terjadi di SPBU kawasan PTC Mall, Jalan R. Sukamto, Palembang, Jumat, 17 Juli 2026. Kondisi tersebut dinilai telah menjadi persoalan rutin, terutama pada jam-jam dengan volume kendaraan yang tinggi.

Masyarakat menilai tingginya antrean dipicu meningkatnya permintaan Pertalite karena harganya lebih terjangkau dibandingkan Pertamax. Akibatnya, antrean kendaraan hampir selalu terlihat di sejumlah SPBU setiap hari.

Pengemudi ojek daring, Ramdanzi, mengaku harus mengurangi waktu bekerja karena lamanya antrean saat mengisi bahan bakar. Saat ditemui di SPBU kawasan PTC Mall, ia mengatakan telah menunggu sekitar 40 menit untuk mendapatkan giliran.

"Sudah sekitar 40 menit saya mengantre. Hampir di semua SPBU kondisinya sama, antreannya panjang, ramai, ditambah cuaca sekarang sangat panas, jadi harus sabar," ujarnya.

Menurut Ramdanzi, kondisi serupa tidak hanya terjadi di SPBU kawasan PTC Mall, tetapi juga di sejumlah SPBU lainnya di Palembang. Ia berharap pengelolaan antrean dapat ditingkatkan agar pelayanan lebih cepat dan waktu tunggu masyarakat berkurang.

Keluhan yang sama disampaikan pedagang kaki lima, Edi, yang mengaku hampir selalu mengantre sekitar 30 menit setiap membeli Pertalite. Waktu yang terbuang membuatnya kerap terlambat membuka lapak sehingga memengaruhi pendapatan hariannya.

"Sekarang hampir setiap isi Pertalite selalu seperti ini, terutama sore hari. Saya jadi buka jualan lebih lambat karena waktu habis untuk mengantre BBM," katanya.

Meski demikian, Edi menilai pelayanan petugas SPBU telah berjalan tertib sesuai urutan kendaraan. Ia tetap memilih menggunakan Pertalite karena lebih sesuai dengan kemampuan ekonominya dibandingkan jenis bahan bakar lain.

Masyarakat berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat menghadirkan solusi untuk mengurangi antrean di SPBU. Perbaikan distribusi dan pelayanan dinilai penting agar masyarakat tidak kehilangan banyak waktu hanya untuk memperoleh bahan bakar.

Laporan M. Wirya Gunawan, Mahasiswa magang Jurusan Ilmu Komunkasi UIN Raden Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....