Penumpang Menurun, Angkot Pasar 16 Ilir Tetap Layani Warga

  • 24 Jul 2026 23:10 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Angkutan umum di kawasan Pasar 16 Ilir bawah Jembatan Ampera Palembang tetap aktif melayani masyarakat dengan kendaraan berwarna kuning dan merah.
  • Angkot melayani berbagai trayek mencakup KM 5, Sukarami, Plaju, dan Kertapati sesuai dengan rute masing-masing yang telah ditetapkan.
  • Tarif angkutan umum yang terjangkau menjadikan pilihan utama masyarakat Palembang untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan perjalanan antar wilayah.

RRI.CO.ID, Palembang - Angkutan kota (angkot) di kawasan Pasar 16 Ilir, bawah Jembatan Ampera, Palembang, masih menjadi pilihan transportasi masyarakat meski jumlah penumpangnya terus menurun. Moda transportasi ini tetap berperan melayani kawasan yang belum dijangkau LRT maupun Trans Musi.

Aktivitas angkot di kawasan tersebut masih terlihat setiap hari. Puluhan angkot dengan berbagai warna menunggu penumpang di jalur yang telah disediakan sebelum melayani rute ke sejumlah wilayah di Kota Palembang.

Trayek yang tersedia meliputi Ampera–Pasar Kertapati untuk angkot kuning dan Ampera–Palimo untuk angkot merah. Selain itu, terdapat rute menuju Sekip, Perumnas Kenten, Lemabang, Tangga Buntung, Bukit Siguntang, hingga Plaju.

Meski bersaing dengan kendaraan pribadi dan transportasi berbasis aplikasi, angkot dinilai tetap dibutuhkan masyarakat. Tarif yang terjangkau serta jangkauan layanan yang lebih luas menjadi alasan angkot masih bertahan.

Salah seorang sopir angkot, Budi, mengatakan jumlah penumpang saat ini jauh berkurang dibandingkan beberapa tahun lalu. Pendapatan sopir pun bergantung pada banyaknya penumpang setiap hari.

"Kalau lagi ramai, kami bisa dapat sekitar Rp300 ribu sehari. Tapi kalau sepi, kadang hanya Rp150 ribuan, itu pun belum dipotong biaya bahan bakar dan setoran," ujarnya, Jumat, 24 Juli 2026.

Salah seorang penumpang, Desi, mengaku masih menggunakan angkot karena ongkosnya murah dan mudah dijangkau. Tarif sebesar Rp5 ribu dinilainya tetap ekonomis meski harus menunggu kendaraan penuh sebelum berangkat.

"Aku masih milih naik angkot karno la terbiaso dari lamo. Ongkosnyo murah, cuma Rp5 ribu per orang. Memang kadang harus sabar nunggu, karno angkot baru berangkat kalau penumpangnyo sudah penuh," katanya.

Budi berharap pemerintah terus memberi perhatian terhadap angkutan umum konvensional melalui peningkatan fasilitas dan pelayanan. Dukungan tersebut dinilai penting agar angkot tetap mampu melayani masyarakat di tengah perkembangan berbagai moda transportasi.

Keberadaan angkot di Pasar 16 Ilir menunjukkan transportasi umum konvensional masih memiliki peran penting bagi mobilitas warga Palembang. Angkot tetap menjadi pilihan karena tarifnya terjangkau dan mampu menjangkau wilayah yang belum dilayani angkutan massal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....