Sumsel Percepat Pembentukan 3.258 Koperasi Merah Putih, Baru 202 Aktif
- 15 Jul 2026 11:29 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan pembentukan 3.258 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di 17 kabupaten dan kota untuk diluncurkan secara nasional pada 17 Agustus 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.
- Hingga saat ini telah terbentuk 202 KDKMP dengan kelembagaan aktif dan 447 koperasi dalam tahap groundbreaking, mencapai progress 6,2 persen dari target keseluruhan.
- Program menghadapi tantangan utama berupa ketersediaan lahan yang clean and clear serta kualitas sumber daya manusia yang masih minim dalam tata kelola koperasi, dan memerlukan pendampingan berkelanjutan dan manajer koperasi yang terlatih.
RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mempercepat pembentukan 3.258 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program itu ditargetkan diluncurkan secara nasional pada 17 Agustus 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Hingga kini, sebanyak 202 KDKMP telah memiliki kelembagaan aktif. Sebanyak 447 koperasi lainnya memasuki tahap groundbreaking sebagai bagian percepatan pembangunan sarana pendukung.
Plt. Kepala Dinas Koperasi & UKM Provinsi Sumatera Selatan, Mega Nugraha, mengatakan capaian kelembagaan baru mencapai sekitar 6,2 persen. Pemerintah daerah terus mempercepat pembentukan koperasi agar target dapat terpenuhi sesuai jadwal.
Momentum Hari Koperasi Nasional yang diperingati setiap 12 Juli menjadi pengingat pentingnya koperasi bagi pembangunan ekonomi masyarakat. Pemerintah menilai koperasi menjadi fondasi penguatan ekonomi desa melalui semangat gotong royong dan pemberdayaan masyarakat.
Mega menjelaskan penyediaan lahan menjadi tantangan utama pembangunan KDKMP. Ketersediaan lahan bersih dan bebas sengketa semakin terbatas, terutama di kawasan perkotaan.
"Pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah penyediaan lahan yang bersih dan bebas sengketa sesuai kebutuhan pembangunan KDKMP, terutama di wilayah perkotaan yang ketersediaan lahannya semakin terbatas," ujarnya, Selasa, 14 Juli 2026.
Selain persoalan lahan, kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi juga masih perlu ditingkatkan. Pengetahuan pengurus mengenai tata kelola koperasi dinilai masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
Pemerintah akan memperluas sosialisasi kepada masyarakat untuk mendukung percepatan pembentukan koperasi. Setiap KDKMP juga akan didampingi seorang manajer koperasi yang mengikuti bimbingan teknis sebelum bertugas.
Pendampingan tersebut disiapkan untuk mendukung operasional koperasi selama dua tahun ke depan. Langkah itu diharapkan meningkatkan kapasitas pengurus dalam mengelola koperasi secara profesional.
Pemerintah berharap Koperasi Merah Putih menjadi pusat penguatan ekonomi rakyat di tingkat desa dan kelurahan. Koperasi juga diharapkan mampu menghubungkan berbagai usaha masyarakat sehingga produk lokal memiliki pasar yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....