Bank Sampah PLN Raih Penghargaan Berkat Program SPP Dibayar Sampah

  • 09 Jul 2026 11:45 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Bank Sampah Indonesia Legacy, mitra binaan PLN UID S2JB, menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Palembang atas inovasi Program SPP Dibayar dengan Sampah yang mengintegrasikan pengelolaan sampah, pendidikan, dan ketahanan pangan.
  • Program tersebut telah membantu 153 siswa tetap bersekolah, melibatkan sekitar 150 kepala keluarga, serta mengurangi ratusan kilogram sampah organik melalui pengolahan menjadi kompos, Nutrisi Organik Cair (NOC), dan produk bernilai ekonomi.
  • Keberhasilan program didukung pembinaan berkelanjutan PLN UID S2JB melalui Program TJSL, yang diperkuat pada 2026 dengan pengembangan pengolahan sampah menjadi produk konstruksi ramah lingkungan.

RRI.CO.ID, Palembang - Bank Sampah Indonesia Legacy, mitra binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu, meraih penghargaan Pemerintah Kota Palembang. Apresiasi itu diberikan atas inovasi Program SPP Dibayar dengan Sampah yang menghubungkan pendidikan, lingkungan, dan ketahanan pangan.

Penghargaan tersebut menegaskan keberhasilan kolaborasi Yayasan Qur'anic Farm Indonesia bersama Bank Sampah Indonesia Legacy. Kolaborasi itu menghadirkan solusi pengelolaan sampah sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa.

Program tersebut memungkinkan siswa membayar biaya pendidikan menggunakan sampah organik dari rumah. Sampah kemudian diolah menjadi kompos, nutrisi organik cair, dan produk bernilai ekonomi untuk mendukung operasional pendidikan.

General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan pembinaan berkelanjutan akan berhasil ketika masyarakat menjadi pelaku utama perubahan. "PLN tidak ingin berhenti pada penyaluran bantuan. Yang kami bangun adalah ekosistem agar masyarakat mampu tumbuh mandiri," ujarnya.

Diksi menegaskan sampah mampu membuka akses pendidikan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. "Ketika sampah bisa membuka akses pendidikan, menggerakkan ekonomi, sekaligus melahirkan santri yang produktif di bidang pangan, di situlah pembinaan memberikan nilai tambah," ujarnya.

Sejumlah santri memproses sampah dari sayuran. (Foto: PLN UID S2JB).

Direktur Qur'anic Farm Indonesia, Denny Satria Mandala Putera, menyampaikan penghargaan itu menjadi apresiasi bagi masyarakat, relawan, guru, santri, dan seluruh mitra. "Sampah bukan sekadar persoalan lingkungan tetapi juga menjadi pintu masuk untuk menyelesaikan persoalan sosial melalui pendidikan, ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi," katanya, Senin, 6 Juli 2026.

Denny menjelaskan dukungan PLN UID S2JB mendorong Bank Sampah Indonesia Legacy berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan. Program tersebut juga memperkuat penerapan ekonomi sirkular berbasis masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.

Hingga kini, program itu telah membantu 153 siswa melanjutkan pendidikan dengan memanfaatkan sampah sebagai biaya sekolah. Kegiatan tersebut juga melibatkan sekitar 150 kepala keluarga serta mengurangi ratusan kilogram sampah organik menuju tempat pembuangan akhir.

Program itu semakin diperkuat melalui Santri Mandiri Pangan yang memadukan pendidikan karakter, pertanian terpadu, dan pelestarian lingkungan. Para santri memperoleh keterampilan memproduksi pangan menggunakan pupuk organik hasil pengolahan sampah.

Keberhasilan tersebut didukung pembinaan berkelanjutan PLN UID S2JB melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sejak 2025. Dukungan mencakup pembangunan fasilitas pengolahan, penyediaan peralatan, pelatihan sumber daya manusia, serta pengembangan ekonomi sirkular.

Pada 2026, PLN memperluas dukungan melalui Program Energi dari Sampah: Terangi Pendidikan Negeri. Program itu mengembangkan pengolahan plastik menjadi paving block, batu bata, genteng ramah lingkungan, Gerobak Listrik Sampah, serta peningkatan kapasitas pengelola.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....