Delapan Tahun Mandiri, Ath Thoriq Tunggu Bantuan Revitalisasi Gedung

  • 03 Jul 2026 22:32 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin - Yayasan Ath Thoriq Darul Ilmi di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, berharap pemerintah dapat memberikan dukungan revitalisasi sarana pendidikan setelah delapan tahun menjalankan kegiatan belajar secara mandiri. Hingga kini, pengembangan fasilitas sekolah masih mengandalkan kemampuan internal yayasan.

Di tengah keterbatasan tersebut, proses belajar mengajar tetap berlangsung dan jumlah peserta didik terus bertambah setiap tahun. Yayasan berupaya mempertahankan kualitas layanan pendidikan meskipun belum memperoleh bantuan pembangunan fisik dari pemerintah.

Pengurus Harian Yayasan Ath Thoriq Darul Ilmi, Asar Nugraha, mengatakan lembaga pendidikan itu berdiri pada 2018 dan mulai beroperasi pada 2019. Selama berjalannya kegiatan pendidikan, bantuan yang diterima baru sebatas Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang disalurkan pemerintah pusat berdasarkan data Dapodik.

"Kami berharap ada perhatian terhadap fasilitas pendidikan yang sudah berjalan agar tetap layak dan nyaman digunakan oleh peserta didik," ujarnya di Talang Kelapa, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurut Asar, dana operasional yang tersedia selama ini hanya mencukupi kebutuhan rutin penyelenggaraan pendidikan. Sementara pembangunan gedung, perawatan fasilitas, pengadaan alat permainan edukatif, serta penyediaan buku pembelajaran masih sepenuhnya ditanggung yayasan.

Yayasan yang berlokasi di Kelurahan Sukajadi Timur, RT 42 RW 08 itu saat ini menyelenggarakan pendidikan tingkat TK dan PAUD dengan dukungan tiga tenaga pendidik. Jumlah tenaga pengajar disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan, meskipun kebutuhan layanan terus meningkat seiring bertambahnya peserta didik.

Asar menilai salah satu tantangan yang dihadapi bukan hanya keterbatasan anggaran, tetapi juga minimnya informasi mengenai program bantuan yang dapat diakses oleh sekolah swasta. Karena itu, pihaknya berharap ada pendampingan dari pemerintah daerah agar mekanisme pengajuan bantuan dapat dipahami dengan lebih baik.

"Kami membutuhkan informasi dan pendampingan terkait program-program bantuan yang tersedia, sehingga sekolah swasta seperti kami memiliki kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan," katanya.

Ia mengungkapkan, yayasan telah beberapa kali berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperoleh informasi mengenai dukungan pembangunan sarana pendidikan. Namun hingga saat ini belum ada bantuan fisik yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sekolah.

Di sisi lain, Yayasan Ath Thoriq Darul Ilmi telah masuk dalam usulan penerima program digitalisasi pendidikan dari pemerintah pusat. Meski demikian, revitalisasi bangunan dan peningkatan fasilitas belajar dinilai tetap menjadi kebutuhan utama untuk menunjang proses pembelajaran yang lebih optimal.

Menurut Asar, ketersediaan sarana pendidikan yang memadai tidak hanya mendukung kenyamanan belajar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas bagi anak-anak.

Yayasan berharap sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta terus diperkuat melalui penyebaran informasi yang lebih terbuka, pendampingan administratif, serta akses yang setara terhadap berbagai program pengembangan pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong pemerataan mutu pendidikan di Kabupaten Banyuasin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....