Momentum HARGANAS, Peran Ayah Jadi Sorotan Utama

  • 30 Jun 2026 07:18 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, OKU Selatan - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), menggelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026, Senin, 29 Juni 2026.

Peringatan tahun ini mengusung tema "Ayah Wajib Hadir" sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam mencetak generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas. Dalam kesempatan tersebut, Sekda membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Republik Indonesia, Wihaji.

Menteri menegaskan, Hari Keluarga Nasional bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi terhadap pentingnya keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

“Hari ini bukan sekadar baris tanggal untuk seremonial, melainkan sebuah jeda kultural dan refleksi nasional. Mari kita tengok kembali rumah kita dan bertanya, sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang,” ujar Sekda saat membacakan sambutan Menteri.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan, masyarakat saat ini menghadapi era VUCA yang ditandai dengan perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan kebingungan arah. Di tengah kondisi tersebut, keluarga memiliki peran strategis sebagai benteng utama dalam membangun karakter, mental, dan ketahanan generasi muda.

“Ketangguhan keluarga bukanlah pilihan alternatif, melainkan keharusan mutlak dan urgensi nasional,” lanjutnya.

Dia melanjutkan, kualitas keluarga menjadi penentu keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan Bonus Demografi menuju Indonesia Emas 2045. Untuk itu, penguatan tiga pilar pembangunan keluarga perlu terus dilakukan, yakni melalui pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, pendidikan karakter di lingkungan keluarga, serta pembentukan ketahanan mental agar anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan resilien. Pada momentum HARGANAS ke-33, Dia memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya peran ayah dalam keluarga.

“Kehadiran fisik dan kedekatan emosional seorang ayah sangat menentukan kestabilan struktur kepribadian anak. Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless country, di mana ayah hadir secara fisik namun absen secara psikologis,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Menteri mengingatkan bahwa berbagai persoalan sosial, seperti tawuran, perundungan, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba, kerap berakar dari lemahnya fungsi keluarga dan kurangnya perhatian orang tua terhadap anak. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat institusi keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

“Mari bangun keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia agar siap memetik Bonus Demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Cintai keluarga dengan cinta yang terencana untuk membentuk keluarga berkualitas, Indonesia kuat, SDM unggul, dan bangsa pemenang,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....