Warga Keluhkan Truk Masih Melintas pada Jam Larangan di Palembang
- 29 Jun 2026 07:40 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dinilai tidak serius melindungi warganya dari ancaman truk bermuatan besar (tonase tinggi). Hingga kini, armada monster tersebut masih dengan santai melenggang di jalan-jalan protokol pada jam sibuk, mengabaikan aturan larangan melintas yang seharusnya ditegakkan.
Pantauan di lapangan menunjukkan nyaris tidak ada tindakan tegas, baik dari Dinas Perhubungan maupun aparat kepolisian. Truk-truk bertonase besar ini justru paling sering terlihat melintasi kawasan padat Jalan Demang Lebar Daun menuju Jembatan Musi 2 Palembang. Ironisnya, sebagian besar kontainer yang dibawa diduga kuat tidak memiliki sistem pengaman yang standar, sehingga berpotensi menjadi bom waktu bagi pengguna jalan.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat yang setiap hari harus bertaruh nyawa di jalanan.
"Cuma ngomong saja. Buktinya memang masih banyak melintas jam ramai. Nanti kalau sudah ada kecelakaan korban jiwa atau apa, baru sibuk. Pura-pura prihatin mengunjungi keluarga korban. Sudahlah pak, dak akan serius mereka itu, cuma mikiri diri dewek (diri sendiri)," ujar Arif (38), seorang pengendara warga Jalan Ariodillah dengan nada kecewa, Senin, 29 Juni 2026.
Kekhawatiran serupa menghantui Syaiful (41), warga Jalan Wayhitam. Sebagai orang tua yang anak perempuannya setiap hari mengendarai sepeda motor ke kampus, ia mengaku selalu diselimuti rasa cemas luar biasa setiap kali melihat kabar kecelakaan lalu lintas di media sosial.
"Anak aku kuliah naik motor. Kalau ada informasi kecelakaan kami panik. Manolah tanggung jawab kamu melindungi warga kamu dewek, jangan sibuk pencitraan bae. Kasus kecelakaan oleh truk ini sudah banyak, apo nak seluruh warga Palembang ini terlindas truk baru kamu bergerak," tegas Syaiful.
Hingga berita ini diturunkan, arus truk bermuatan besar terpantau masih leluasa membelah kemacetan di tengah Kota Palembang pada jam-jam terlarang. Pemkot Palembang dan instansi terkait dituntut tidak menutup mata sebelum jatuh lebih banyak korban jiwa di aspal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....