Usaha Sol Sepatu Bertahan di tengah Budaya Konsumsi Modern
- 30 Jun 2026 14:30 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Jasa sol sepatu di Pasar Lemabang, Palembang, masih bertahan meski jumlah pelanggan tidak seramai beberapa tahun lalu.
- Suparman telah menjalankan usaha sol sepatu sejak tahun 2000 dengan tarif perbaikan mulai Rp15.000 hingga Rp25.000, tergantung jenis sepatu dan tingkat kerusakan.
- Masyarakat masih memanfaatkan jasa sol sepatu karena lebih memilih memperbaiki sepatu yang masih layak pakai daripada membeli yang baru, sehingga usaha tersebut tetap menjadi sumber penghidupan.
RRI.CO.ID, Palembang - Jasa sol sepatu di Pasar Lemabang masih bertahan meski pola konsumsi masyarakat terus berubah. Sebagian warga tetap memilih memperbaiki sepatu daripada membeli yang baru.
Aktivitas perbaikan sepatu masih berlangsung di kawasan pasar tersebut pada Sabtu, 27 Juni 2026. Pelanggan datang untuk memperpanjang usia pakai sepatu yang masih layak digunakan.
Suparman telah menjalankan usaha sol sepatu sejak tahun 2000 di Pasar Lemabang. Pekerjaan tersebut hingga kini menjadi sumber penghidupan utamanya.
Ia mengatakan kerusakan yang paling sering diperbaiki berada pada bagian telapak sepatu. Mayoritas pelanggan memilih mengganti sol karena kondisi sepatu masih baik.
"Tarif jasa sol sepatu bervariasi sesuai jenis bahan dan tingkat kerusakan. Tarif paling murah dimulai dari Rp15 ribu," ujarnya.
Suparman menjelaskan sepatu berbahan keras dikenakan biaya perbaikan sekitar Rp25 ribu. Sementara sepatu berbahan lembut berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu.
Pelanggan jasa sol sepatu berasal dari berbagai kelompok usia di Palembang. Namun, pengguna terbanyak berasal dari kalangan orang tua dan pekerja.
Mereka memanfaatkan jasa tersebut untuk menghemat pengeluaran rumah tangga sehari-hari. Sepatu yang masih layak dipakai dinilai lebih baik diperbaiki daripada diganti.
Suparman mengaku usahanya pernah mengalami masa yang sangat ramai beberapa tahun lalu. Pelanggan bahkan datang dari luar daerah untuk memperbaiki sepatu.
Saat ini jumlah pelanggan tidak lagi menentu seperti masa sebelumnya. Ada hari yang ramai, tetapi tidak sedikit waktu usaha berjalan sepi.
Meski demikian, Suparman memilih tetap mempertahankan profesi yang telah digelutinya selama puluhan tahun. Faktor pengalaman dan usia membuatnya tetap bertahan pada pekerjaan tersebut.
Ia berharap masyarakat terus memanfaatkan jasa perbaikan sepatu sebagai pilihan yang lebih hemat. Kebiasaan tersebut juga dinilai mendukung upaya mengurangi limbah barang bekas.
Menurut Suparman, jasa sol sepatu akan tetap dibutuhkan selama masyarakat masih menghargai barang yang dimiliki. Perbaikan sepatu juga menjadi langkah sederhana yang lebih ramah lingkungan.
Laporan M. Wirya Gunawan, Mahasiswa magang Ilmu Komunikasi, UIN Raden Fatah, Palembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....