PHR Zona 4 Perkuat Kolaborasi Kelola Sampah dan Aksi Iklim
- 28 Jun 2026 14:20 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Prabumulih - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 memperkuat kolaborasi pengelolaan sampah berkelanjutan bersama Pemerintah Kota Prabumulih dan Kementerian Lingkungan Hidup sebagai bagian dari upaya mendukung aksi iklim dan pelestarian lingkungan. Sinergi tersebut diwujudkan melalui rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang berlangsung sejak 20 Mei hingga 23 Juni 2026.
Kegiatan melibatkan pemerintah, akademisi, pelajar, komunitas, dan masyarakat. Mengusung tema global Saatnya Bekerja untuk Iklim, peringatan tahun ini menempatkan pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai salah satu tantangan utama yang harus ditangani secara bersama-sama.
Permasalahan sampah tidak hanya berdampak pada pencemaran lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca. Timbunan sampah organik menghasilkan gas metana yang memiliki potensi pemanasan global sekitar 28 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida.
Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Melda Mardalina, mengatakan timbulan sampah nasional pada 2026 mencapai sekitar 51,8 juta ton. Namun, sebagian besar di antaranya masih belum terkelola secara optimal.
"Dari jumlah tersebut, sekitar 73,93 persen masih belum terkelola secara optimal sehingga diperlukan keterlibatan aktif pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk mempercepat perbaikan sistem pengelolaan sampah," ujarnya, dari rilis yang diterima RRI.CO.ID, Jumat 26 Juni 2026.
Menjawab tantangan tersebut, PHR Zona 4 bersama Pemerintah Kota Prabumulih dan Kementerian Lingkungan Hidup memperkuat kolaborasi lintas sektor. Upaya ini diarahkan untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan partisipatif.
General Manager PHR Zona 4, Djudjuwanto, menegaskan keberhasilan pengelolaan lingkungan sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilaksanakan sepanjang peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia membuktikan bahwa kolaborasi dapat menghasilkan dampak nyata.
"Aksi nyata dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia sepanjang bulan ini telah membuktikan bahwa kolaborasi pengelolaan lingkungan, mulai dari edukasi pelajar, penguatan kreativitas masyarakat, hingga konservasi keanekaragaman hayati, dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bersama," tuturnya.
PHR Zona 4 dan Pemerintah Kota Prabumulih juga mengampanyekan pentingnya pengelolaan sampah sejak usia dini. Sekitar 500 pelajar tingkat SMA dilibatkan dalam diskusi dan edukasi mengenai pengelolaan sampah yang bijak dan berkelanjutan.
Kampanye lingkungan diperluas melalui lomba esai, video kreatif, stand-up comedy, dan mewarnai yang melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan secara lebih luas.
Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia turut menghadirkan pegiat lingkungan penerima penghargaan Kalpataru 2024, Abah Dindin. Ia berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sampah berbasis komunitas dan pemberdayaan kelompok masyarakat marginal.
PHR Zona 4 mempertemukan Abah Dindin dengan 12 kelompok bank sampah dan pusat daur ulang yang aktif di Prabumulih. Pertemuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
| Baca juga: Ombudsman Dorong Perlindungan Data Pelapor |
Wali Kota Prabumulih, Arlan, mengapresiasi kontribusi PHR Zona 4 dalam mendukung pelestarian lingkungan. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk dunia usaha.
"Keberlanjutan pelestarian lingkungan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi aktif masyarakat, komunitas, dan sektor swasta. Kami mengapresiasi Pertamina yang terus mendukung upaya tersebut," katanya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pameran program pemberdayaan masyarakat, pembagian bibit pohon, dan penghargaan bagi kelompok yang berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Selain itu, dilakukan penanaman 3.650 pohon di kawasan Hutan Benakat-Semangus pada lahan seluas 5,72 hektare untuk mendukung restorasi habitat gajah Sumatra.
PHR Zona 4 turut menyerahkan 550 bibit pohon buah kepada Pemerintah Kota Prabumulih untuk didistribusikan ke sejumlah kelurahan. Dengan penyerahan tersebut, total bibit pohon buah yang telah diberikan kepada masyarakat sepanjang 2026 mencapai 1.150 batang.
Melalui kolaborasi bersama pemerintah, akademisi, komunitas, pelajar, dan masyarakat, PHR Zona 4 berharap kesadaran pengelolaan sampah terus meningkat. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....