Menjaga Hati Kunci Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Kehidupan Sosial
- 27 Jun 2026 10:50 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Pengajar Pondok Pesantren Aulia Cendekia Talang Jambe Palembang, Ustaz Ach Fauzi, mengingatkan pentingnya menjaga hati sebagai landasan utama dalam meningkatkan kualitas ibadah dan perilaku sosial sehari-hari.
Dalam acara Hikmah Pagi di RRI Palembang, Kamis, 25 Juni 2026, Ustaz Fauzi menjelaskan, setiap amal perbuatan manusia berawal dari niat yang muncul dari hati. Oleh karena itu, hati harus senantiasa dijaga agar mampu melahirkan kebaikan dalam kehidupan.
Menurutnya, dalam aspek ibadah seseorang tidak hanya dituntut menjalankan amalan lahiriah, tetapi juga memperhatikan niat yang mendasarinya. Begitu pula dalam kehidupan sosial, keinginan untuk membantu sesama, berbagi makanan kepada masyarakat yang membutuhkan, maupun berbagai bentuk kepedulian lainnya berawal dari hati yang baik.
Sebaliknya, berbagai tindakan buruk seperti mencuri, merampok, hingga korupsi juga berakar dari hati yang dipenuhi dorongan negatif. Karena itu, pembinaan hati menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan perilaku seseorang.
Mengacu pada kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, Ustaz Fauzi menjelaskan terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membersihkan dan memperbaiki hati agar menjadi hati yang damai serta membawa rahmat bagi lingkungan sekitar.
“Hal pertama yang harus dilakukan adalah memperbanyak zikir atau mengingat Allah SWT. Sebagaimana firman Allah, Fadzkuruni adzkurkum yang artinya, ingatlah Aku maka Aku akan mengingat kalian,” katanya.
Ia menuturkan, zikir yang dilakukan secara istiqamah akan membuat seseorang selalu merasa dekat dengan Allah SWT, baik dalam kondisi senang maupun susah. Dari hati yang senantiasa mengingat Allah akan terpancar sifat-sifat mulia yang tercermin melalui tindakan sehari-hari.
Ustaz Fauzi juga mengaitkan pentingnya kebersihan hati dengan firman Allah yang menjelaskan bahwa salat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Menurutnya, hal tersebut akan terwujud apabila ibadah dilakukan dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.
“Berbahagialah orang yang selalu melakukan tazkiyatun nafs atau membersihkan jiwanya. Ia memperbaiki hati terlebih dahulu sebelum memperbaiki perilakunya, dan setiap kebaikan yang dilakukan diniatkan untuk mendapatkan rida Allah SWT,” ujarnya.
| Baca juga: Polres Muba Juara Umum Kapolda Cup VI 2026 |
Selain memperbanyak zikir, langkah kedua yang dianjurkan Imam Al-Ghazali adalah memperbanyak istigfar dan memohon ampun kepada Allah SWT atas kesalahan yang pernah dilakukan.
Menurut Ustaz Fauzi, penyesalan atas perbuatan buruk merupakan awal dari perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Seseorang yang menyadari kesalahannya, seperti pernah membicarakan keburukan orang lain, kemudian menyesalinya dengan sungguh-sungguh, akan lebih mudah menghindari perbuatan tersebut di masa mendatang.
Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas hidayah yang diberikan Allah SWT sehingga mampu terus mengingat-Nya dan memohon ampun atas segala dosa. Dengan hati yang bersih, manusia akan lebih mudah menjalani kehidupan yang penuh kebaikan serta memberi manfaat bagi sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....