Buka Festival Budaya Sumsel 2026, Tarian Kabupaten OKI Memukau Penonton
- 25 Jun 2026 21:32 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Tarian dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dipercaya menjadi penampil pembuka Festival Seni Adat dan Tradisi Sumatera Selatan 2026 di Jakabaring, Palembang.
- Selain pertunjukan tari, OKI menampilkan kuliner khas, wastra, dan kerajinan unggulan seperti gulo puan, Songket Bidak Cukit, batik Perahu Kajang, serta anyaman purun Pedamaran.
- Pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai identitas daerah serta warisan yang harus diwariskan kepada generasi muda.
RRI.CO.ID, Palembang - Penampilan seni tari dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dipercaya membuka Festival Seni Adat dan Tradisi Sumatera Selatan 2026 yang berlangsung di kawasan Rumah Adat Dekranasda Sumsel, Jakabaring, Palembang, Rabu 24 Juni 2026.
Kehormatan tersebut menjadi penanda hadirnya kekayaan budaya OKI dalam ajang yang mempertemukan beragam tradisi dari 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan. Gerak para penari yang memadukan unsur tradisi dan kearifan lokal masyarakat OKI berhasil memukau tamu undangan serta pengunjung yang memadati kawasan anjungan budaya.
Penampilan itu menjadi pembuka rangkaian Festival Seni Adat dan Tradisi Sumsel yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 24 hingga 25 Juni 2026. Selain menampilkan seni pertunjukan, Kabupaten OKI juga memperkenalkan berbagai warisan budaya melalui sajian kuliner dan wastra khas daerah.
Di Anjungan Kabupaten OKI, pengunjung dapat menikmati beragam kuliner tradisional, seperti gulo puan, serikayo ketan, kerupuk kemplang Kayuagung, kemplang panggang hingga pempek hitam yang menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat setempat.
Tak hanya kuliner, OKI turut menghadirkan karya wastra dan kerajinan unggulan berupa Songket Bidak Cukit, batik motif Perahu Kajang serta anyaman purun Pedamaran yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat sungai dan rawa.
Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Herman Deru yang mengunjungi Anjungan OKI berkesempatan mencicipi berbagai kuliner khas serta melihat langsung produk kerajinan dan wastra yang dipamerkan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap para perajin lokal, Feby juga membeli sejumlah produk anyaman purun Pedamaran. Menurutnya, keberadaan anjungan kabupaten dan kota memiliki peran penting sebagai etalase budaya yang memperlihatkan keragaman tradisi Sumatera Selatan.
“Anjungan merupakan etalase budaya Sumatera Selatan yang memperlihatkan keragaman tradisi dari 17 kabupaten dan kota. Kehadirannya menjadi ruang representasi yang memudahkan masyarakat maupun tamu dari luar daerah mengenal wajah kebudayaan Sumatera Selatan tanpa harus mengunjungi seluruh wilayah secara langsung,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa budaya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas daerah. Ia juga mendorong agar Festival Seni Adat dan Tradisi Sumsel menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan serta didukung regulasi yang kuat.
"Festival Seni Adat dan Tradisi Sumsel menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan serta didukung dengan regulasi yang kuat agar pelestarian budaya tidak bergantung pada pergantian kepemimpinan," tutur Herman Deru.
Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki mengatakan keikutsertaan OKI dalam festival ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat yang lebih luas.
"Melalui festival ini, kita tidak hanya menampilkan seni dan tradisi tetapi juga memperkenalkan potensi daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat OKI," kata Muchendi.
Menurutnya, seni pertunjukan, kuliner tradisional, wastra dan kerajinan yang ditampilkan merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat OKI yang harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....