Kemarau Datang, BMKG Ingatkan Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Sumsel

  • 25 Jun 2026 08:30 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - BMKG mengingatkan masyarakat Sumatera Selatan agar mewaspadai ancaman musim kemarau yang mulai berlangsung. Meski hujan masih berpeluang turun, intensitasnya semakin berkurang dan bersifat lokal.

Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Veronica Sinta Andayani, mengatakan, Sumsel telah memasuki musim kemarau. Kondisi itu ditandai dengan penurunan curah hujan, meski kelembapan udara masih mendukung pertumbuhan awan.

Menurut Sinta, hujan masih dapat terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, durasinya singkat dan tidak merata di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi memicu bencana hidrometeorologi kering. Ancaman yang muncul antara lain kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, serta berkurangnya pasokan air bersih.

“Beberapa hari ke depan potensi hujan masih ada, tetapi sifatnya lokal dan berdurasi pendek,” kata Sinta dalam Dialog Palembang Menyapa PRO 1 RRI Palembang, Selasa, 23 Juni 2026. Ia meminta masyarakat tetap bersiap menghadapi dampak musim kemarau yang mulai terasa.

BMKG memprakirakan puncak musim kemarau di Sumatera Selatan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Pada periode itu, curah hujan diprediksi berada di bawah kondisi normal.

Selain itu, suhu udara siang hari diperkirakan ikut meningkat selama puncak musim kemarau. Di Palembang, suhu maksimum saat ini berkisar 33 hingga 34 derajat celsius.

Saat puncak kemarau, suhu udara berpotensi meningkat hingga 35 sampai 37 derajat celsius. Kondisi itu dinilai dapat mengganggu kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan.

BMKG juga mengingatkan musim kemarau dapat menurunkan debit air sungai dan sumber air lainnya. Hal ini dikhawatirkan memengaruhi kebutuhan air bersih serta aktivitas pertanian masyarakat.

Karena itu, masyarakat diimbau rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi cuaca panas, kekeringan, dan potensi kebakaran lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....