Ratusan Pejabat Fungsional Kemenag Sumsel Resmi Dilantik

  • 23 Jun 2026 18:40 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- Sebanyak 198 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Jabatan Fungsional di Lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel resmi secara hybrid dengan dipusatkan di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Selasa, 23 Juni 2026. Pelantikan dilakukan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan (Kakanwil Kemenag Sumsel), Syafitri Irwan.

“Saya mengibaratkan para pejabat fungsional yang baru dilantik ini sebagai pasukan lini terdepan atau "infanteri" bagi Kementerian Agama.Bapak dan Ibu sekalian adalah pasukan terdepan Kementerian Agama. Tujuannya adalah untuk mengubah semua sistem yang dulu terasa berat, berliku, dan lama," ujar Syafitri.

Para PNS yang dilantik tersebut terdiri dari berbagai macam keahlian dan profesi, mulai dari guru, penyuluh, penghulu, analis SDM, asesor SDM aparatur, analis hukum, analis kebijakan, analis keuangan APK APB, pranata komputer, pranata humas, statistisi, dan pengelola pengadaan barang/jasa.

Kakanwil menegaskan, tantangan utama yang harus dihadapi oleh para ASN saat ini adalah mengubah mindset atau pola pikir dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia meminta agar pemanfaatan teknologi di era modern ini dioptimalkan untuk memangkas birokrasi yang panjang.

Menurutnya ada tiga tantangan yang harus disesuaikan, pertama Akselerasi Layanan. “Jika suatu urusan bisa diselesaikan dengan cepat, jangan pernah sengaja diperlambat. Seluruh layanan harus dimaksimalkan dan jangan diminimalisir termasuk Menjalin Kolaborasi uusan pekerjaan harus diselesaikan secara kerja sama tim, tidak boleh memaksakan diri untuk menyelesaikannya sendiri,” ujarnya.

Syafitri juga sempat berseloroh mengenai perbedaan zaman dulu dan sekarang, di mana teknologi seperti komputer saat ini telah mempermudah rekayasa administrasi dibandingkan era mesin tik atau penggunaan tip-ex. "Oleh karena itu, penguasaan teknologi menjadi hal mutlak bagi ASN untuk meningkatkan produktivitas," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Kakanwil mengingatkan, predikat baik yang sering diterima oleh Kemenag Sumsel merupakan hasil output dari kinerja kolektif organisasi. Ia menekankan bahwa kinerja satu orang ASN sangat memengaruhi performa instansi secara keseluruhan.

"Baiknya satu orang ASN kita akan menambah produktivitas kinerja organisasi. Kalau satu saja di antara kita ada yang macet—baik di bagian perencanaan, anggaran, atau SDM—maka kita tidak akan bisa menjadi baik. Jangan berpikir ketidakdisiplinan kecil kita tidak akan berdampak, karena hal tersebut justru bisa menyumbangkan kinerja yang buruk bagi organisasi," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....