KAI Pasang 25 CCTV di Perlintasan Sebidang Rawan Kecelakaan
- 23 Jun 2026 07:41 WIB
- Palembang
Poin Utama
- KAI Divre III Palembang memasang 25 unit CCTV di perlintasan sebidang dari Kertapati hingga Lubuk Linggau untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
- CCTV berfungsi untuk pemantauan kondisi lalu lintas secara real-time, mendukung sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS), serta menjadi alat bukti dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran di perlintasan.
- KAI mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan keselamatan di perlintasan sebidang karena faktor kelalaian pengguna jalan masih menjadi penyebab utama kecelakaan, sehingga diperlukan dukungan teknologi dan kesadaran masyarakat.
RRI.CO.ID, Palembang - PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang memasang 25 unit CCTV di perlintasan sebidang yang dinilai rawan kecelakaan. Pemasangan dilakukan pada jalur kereta api Kertapati hingga Lubuk Linggau pada Senin, 22 Juni 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Program ini juga menjadi bagian dari penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan keselamatan menjadi prioritas utama perusahaan. Karena itu, KAI terus mengembangkan pemanfaatan teknologi di berbagai titik operasional.
Menurut Aida, pemasangan CCTV membantu meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan. "Pemasangan CCTV ini merupakan bentuk komitmen KAI Divre III Palembang dalam mengintegrasikan teknologi terkini guna mendukung keselamatan perjalanan kereta api," ujarnya.
CCTV dipasang pada perlintasan dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi. Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi risiko gangguan keselamatan yang lebih besar.
Keberadaan CCTV memungkinkan petugas memantau kondisi lapangan secara real time. Sistem tersebut membantu petugas penjaga perlintasan maupun pusat kendali operasional.
Selain memantau arus kendaraan, CCTV juga mengawasi kondisi palang pintu dan lingkungan sekitar. Pengawasan dapat dilakukan dari jarak jauh melalui sistem yang terintegrasi.
KAI juga menghubungkan CCTV dengan Early Warning System atau sistem peringatan dini. Teknologi tersebut memberikan peringatan saat kereta api akan melintas.
Sistem peringatan dini bekerja melalui alarm atau sirene otomatis di lokasi perlintasan. Kehadirannya diharapkan meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.
Rekaman CCTV juga dapat digunakan sebagai bukti apabila terjadi pelanggaran atau insiden. Data tersebut mendukung proses evaluasi dan penegakan aturan di perlintasan.
Aida mengatakan faktor kelalaian pengguna jalan masih menjadi penyebab utama kecelakaan di perlintasan sebidang, KAI terus mengedukasi masyarakat agar mematuhi aturan keselamatan. "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta tidak menerobos palang pintu yang telah tertutup," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....