Tingkatkan Kualitas Penyidikan, Polda Sumsel Gelar Lomba Olah TKP

  • 22 Jun 2026 16:15 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho membuka Lomba TPTKP dan Olah TKP dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 sebagai upaya meningkatkan kemampuan investigasi personel Polri.
  • Lomba TPTKP dan Olah TKP difokuskan untuk memperkuat penerapan scientific crime investigation guna mendukung penyelidikan dan penyidikan yang profesional, akurat, dan berkeadilan.
  • Polda Sumsel menegaskan peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan bagian dari transformasi Polri Presisi untuk memperkuat kualitas pelayanan publik dan penegakan hukum yang dipercaya masyarakat.

RRI.CO.ID, Palembang - Polda Sumatera Selatan terus memperkuat kualitas penegakan hukum melalui peningkatan kompetensi personel di bidang investigasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan Olah TKP dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Markas Komando Satuan Brimob Polda Sumsel, Senin, 22 Juni 2026.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, dan diikuti personel perwakilan satuan kerja serta jajaran kewilayahan di lingkungan Polda Sumsel. Lomba ini menjadi wadah untuk menguji sekaligus meningkatkan kemampuan teknis anggota Polri dalam menangani TKP secara profesional, akurat, dan sesuai standar scientific crime investigation.

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan, keberhasilan pengungkapan suatu tindak pidana sangat ditentukan oleh kualitas penanganan pada tahap awal di lokasi kejadian. Menurutnya, kemampuan personel dalam mengamankan, membaca situasi, serta mengolah TKP secara tepat menjadi fondasi utama dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang menghasilkan alat bukti kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kemampuan melakukan TPTKP dan olah TKP merupakan titik awal keberhasilan dalam mengungkap suatu tindak pidana. Baik melalui pendekatan scientific crime investigation maupun penyidikan konvensional, semuanya berawal dari bagaimana anggota mampu membaca, mengamankan, dan mengolah tempat kejadian perkara secara tepat. Kompetensi ini harus terus diasah agar kualitas penegakan hukum semakin profesional dan dipercaya masyarakat,” ujar Sandi.

Peningkatan kemampuan olah TKP dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kualitas penyidikan, mempercepat pengungkapan kasus, serta meminimalkan potensi kesalahan dalam proses penegakan hukum. Profesionalisme aparat dalam mengelola TKP juga menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap pelayanan hukum yang berkualitas.

Melalui lomba tersebut, para peserta dituntut mampu menerapkan prosedur penanganan TKP secara komprehensif, mulai dari pengamanan lokasi, identifikasi barang bukti, dokumentasi, pengumpulan keterangan awal, hingga penyusunan langkah-langkah investigasi sesuai standar operasional kepolisian. Kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi Polri yang adaptif terhadap perkembangan metode investigasi modern.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan bagian dari transformasi Polri Presisi yang berorientasi pada pelayanan publik dan penegakan hukum profesional. Polda Sumsel berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran dan evaluasi bagi personel untuk terus meningkatkan kemampuan teknis di lapangan demi memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

"Peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan bagian dari transformasi Polri Presisi yang berorientasi pada pelayanan publik dan penegakan hukum profesional," tutur Nandang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....