Jaga Stabilitas Keamanan, Polda Sumsel Perkuat Kolaborasi Tokoh Agama

  • 19 Jun 2026 16:27 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Polda Sumatera Selatan terus memperkuat kolaborasi dengan para ulama, tpkoh agama, dan kalangan pesantren. Kolaborasi dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus memperkokoh ketahanan sosial di tengah masyarakat.

Salah satu upaya menjaga stabilitas dengan kehadiran Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho dalam kegiatan Manaqib Qubro Ulama dan Santri Thoriqoh di Pondok Pesantren Aulia Cendikia Kampus C Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, Selasa malam, 16 Juni 2026. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Hari Bhayangkara ke-80.

Ribuan jamaah yang terdiri dari ulama, santri, pengurus Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (Jatman), Nahdlatul Ulama (NU), serta masyarakat dari berbagai daerah di Sumatera Selatan hadir dalam Manaqib Qubro dan Santri. Suasana penuh khidmat, para peserta mengikuti pembacaan manaqib, dzikir, doa bersama, hingga tausiyah kebangsaan yang menekankan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan keamanan lingkungan.

Kehadiran Kapolda Sumsel di tengah ulama dan santri dinilai menjadi wujud nyata pendekatan humanis Polri dalam membangun persatuan dan kedekatan dengan masyarakat. Melalui ruang-ruang spiritual dan keagamaan, Polri berupaya memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah.

"Sinergi dengan ulama, pesantren, dan tokoh agama merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Keamanan yang kuat harus ditopang oleh masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling percaya," tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, menegaskan hubungan harmonis antara Polri dan tokoh agama merupakan investasi sosial jangka panjang dalam menjaga keamanan wilayah. Polda Sumsel memastikan rangkaian Bulan Bakti Hari Bhayangkara ke-80 akan terus diisi dengan berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, pelayanan publik, dan pembinaan masyarakat yang menjangkau seluruh lapisan warga

"Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi sarana memperkuat kolaborasi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama dan santri. Kolabroasi diharapkan tercipta ruang publik yang aman, damai, dan produktif untuk mendukung pembangunan daerah maupun nasional," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....