Kelompok Budidaya Ikan Banyuasin Produksi Pakan Mandiri

  • 16 Jun 2026 07:15 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin – Di tengah tingginya biaya produksi usaha perikanan, kelompok budidaya ikan di Desa Sungai Rengit, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, memilih mencari jalan keluar sendiri. Selain membesarkan berbagai jenis ikan air tawar, mereka juga memproduksi pakan secara mandiri untuk menekan pengeluaran dan menjaga keberlanjutan usaha.

Langkah tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian saat meninjau lokasi budidaya milik Bastian, Senin, 15 Juni 2026.

Di area kolam yang dikelola bersama masyarakat, berbagai jenis ikan seperti patin, lele, dan gurame dipelihara untuk memenuhi kebutuhan pasar. Namun, yang menarik perhatian bukan hanya besarnya kapasitas produksi, melainkan kemampuan kelompok budidaya mengelola kebutuhan pakan secara mandiri.

Bastian (81), pengelola kelompok budidaya, mengatakan inovasi tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan yang harganya terus berfluktuasi. Selain itu, kelompoknya juga menerapkan sistem kesehatan ikan terpadu guna menjaga kualitas hasil budidaya.

“Untuk kolam berukuran besar, hasil panen bisa mencapai sekitar 12 hingga 15 ton dalam satu kali panen,” kata Bastian.

Menurut dia, masa pemeliharaan ikan rata-rata berlangsung sekitar delapan bulan sebelum memasuki masa panen. Dengan dukungan pakan produksi sendiri, biaya operasional menjadi lebih efisien sehingga keuntungan yang diperoleh pembudidaya dapat lebih optimal.

Saat meninjau lokasi, Netta melihat langsung kondisi kolam, sistem pemeliharaan ikan hingga proses pengelolaan budidaya yang dijalankan kelompok masyarakat tersebut. Ia juga berdialog dengan para pembudidaya untuk mengetahui perkembangan usaha dan tantangan yang masih dihadapi.

Netta menilai sektor perikanan budidaya memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan kelompok-kelompok budidaya yang mampu menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan kemandirian usaha.

“Budidaya ikan seperti ini perlu terus dikembangkan karena mampu memperkuat ekonomi masyarakat,” ujar Netta.

Ia menambahkan, pengembangan perikanan budidaya sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Banyuasin sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan pembinaan dan pendampingan agar kapasitas produksi masyarakat terus meningkat.

Kelompok budidaya di Desa Sungai Rengit sendiri telah menerima bantuan benih ikan dan ditetapkan sebagai bagian dari program Kampung Budidaya. Dengan kombinasi produksi pakan mandiri, sistem kesehatan ikan terpadu, serta dukungan pemerintah, kelompok tersebut kini menjadi salah satu contoh pengembangan perikanan rakyat yang mampu bertahan dan berkembang di Banyuasin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....