Jembatan Karang Anyar Ambruk Ganggu Aktivitas Warga Sehari Hari

  • 13 Jun 2026 21:47 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin - Ambruknya jembatan di Desa Karang Anyar mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Warga kini terpaksa mengandalkan perahu untuk menjalankan mobilitas sehari-hari.

Jembatan tersebut berada di Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin. Fasilitas itu merupakan satu-satunya akses penghubung yang digunakan masyarakat.

Peristiwa ambruknya jembatan terjadi beberapa hari lalu. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Saat insiden terjadi, tidak ada warga yang melintas di atas jembatan kayu itu. Kondisi tersebut menghindarkan masyarakat dari risiko kecelakaan yang lebih besar.

Sejak jembatan tidak dapat digunakan, warga harus memanfaatkan perahu sebagai sarana penyeberangan. Cara tersebut dinilai kurang praktis dan membutuhkan waktu lebih lama.

Kondisi tersebut berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat. Akses menuju permukiman, sekolah, dan lokasi usaha menjadi lebih sulit dijangkau.

Salah seorang warga, Eli, mengatakan jembatan memiliki peran penting bagi masyarakat desa. Keberadaannya selama ini menjadi penghubung utama berbagai aktivitas warga.

"Jembatan itu satu-satunya penghubung bagi warga di desa kami," ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026. Ia berharap akses tersebut dapat segera dibangun kembali.

Menurut Eli, keberadaan jembatan yang layak akan memperlancar mobilitas masyarakat. Infrastruktur tersebut juga mendukung kegiatan pendidikan dan perekonomian warga.

Selama menunggu penanganan, masyarakat berupaya menyesuaikan aktivitas menggunakan perahu. Warga berharap kondisi tersebut tidak berlangsung dalam waktu lama.

Pelaksana Tugas Camat Sumber Marga Telang, Putra Samudra, mengatakan pemerintah telah menindaklanjuti laporan tersebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang juga telah meninjau lokasi kejadian.

"Kami sudah mengusulkan penanganan, termasuk melalui BPBD agar dapat memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat," ujarnya. Pemerintah daerah terus mengupayakan percepatan penanganan jembatan tersebut.

Menurut Putra, pembangunan jembatan sebelumnya direncanakan pada akhir tahun ini atau 2027. Namun, pelaksanaannya masih menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.

Pemerintah kecamatan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan. Masyarakat juga diimbau berhati-hati saat menggunakan perahu sebagai akses penyeberangan sementara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....