Palembang Perkuat 1.000 HPK untuk Cegah Stunting
- 09 Jun 2026 20:58 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Kasus stunting di Kota Palembang turun dari 157 kasus pada 2025 menjadi 139 kasus hingga April 2026
- Pemkot Palembang memperkuat pencegahan stunting melalui pemberian makanan tambahan kepada 179 ibu hamil berisiko
- Intervensi difokuskan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan untuk mencegah stunting sejak masa kehamilan
RRI.CO.ID, Palembang - Upaya penurunan stunting di Kota Palembang menunjukkan arah positif sepanjang 2026. Pemerintah kini memperkuat intervensi sejak masa kehamilan untuk mencegah lahirnya generasi berisiko stunting.
Data Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat jumlah balita stunting turun dari 157 kasus pada 2025 menjadi 139 kasus hingga April 2026. Capaian tersebut mendorong pemerintah memperluas langkah pencegahan pada kelompok yang paling rentan.
Salah satu strategi yang dijalankan adalah pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil berisiko stunting. Program tersebut dilaksanakan Tim Penggerak PKK Kota Palembang di seluruh kecamatan.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, memimpin langsung penyaluran bantuan di Balai Kecamatan Gandus pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari penguatan intervensi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Menurut Dewi, pencegahan stunting harus dimulai sebelum seorang anak dilahirkan. Kondisi kesehatan dan kecukupan gizi ibu hamil sangat menentukan tumbuh kembang bayi di masa mendatang.
Karena itu, Pemerintah Kota Palembang menempatkan ibu hamil berisiko sebagai kelompok prioritas. Intervensi dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk memutus rantai stunting.
Program tersebut disusun berdasarkan data Aplikasi SIGIZI Kesehatan Keluarga milik Dinas Kesehatan Kota Palembang. Data itu menunjukkan masih terdapat ibu hamil yang membutuhkan pendampingan dan dukungan gizi tambahan.
Sebanyak 179 ibu hamil berisiko stunting di 18 kecamatan menjadi sasaran program tersebut. Dari jumlah itu, 11 orang berada di Kecamatan Gandus dan menerima bantuan secara langsung.
Bantuan yang diberikan berupa susu dan telur yang kaya protein, vitamin, serta mineral. Penyaluran dilakukan secara berkala selama tiga bulan, mulai Mei hingga Juli 2026.
Dewi menegaskan bantuan tersebut bukan sekadar pemenuhan kebutuhan pangan bagi penerima. Program itu juga menjadi sarana edukasi kesehatan dan peningkatan kesadaran pentingnya gizi selama kehamilan.
"Distribusi PMT ini bukan sekadar pemberian bantuan makanan biasa. Ini adalah strategi terpadu untuk meningkatkan status gizi ibu hamil, memperkuat edukasi kesehatan, serta memastikan tumbuh kembang janin yang optimal," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kekurangan gizi selama kehamilan dapat memicu Kekurangan Energi Kronis dan anemia. Kedua kondisi tersebut berisiko meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan berat badan rendah.
Risiko tersebut perlu dicegah karena dapat memengaruhi kualitas pertumbuhan anak pada masa awal kehidupan. Pemenuhan gizi yang baik menjadi salah satu fondasi penting dalam pencegahan stunting.
"Kita juga berupaya untuk penyiapan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Susu dan telur dipilih karena kaya akan protein, vitamin, dan mineral makro yang krusial untuk mencegah KEK dan anemia pada ibu hamil," tuturnya.
Dewi mengapresiasi dukungan kader PKK, tenaga kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kolaborasi yang terbangun dapat mempercepat penurunan stunting di Kota Palembang.
"Sinergi dan kolaborasi inilah kunci keberhasilan kita. Saya berharap kepada ibu hamil penerima agar bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi menjaga kesehatan diri dan bayi yang dikandung," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....