Bupati Ogan Ilir Dorong Kolaborasi Pelestarian Budaya dan Pendidikan

  • 04 Jun 2026 17:00 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, menerima audiensi dari Panitia Summer Course, Workshop Lanskap Budaya Tanjung Batu, dan Museum Perjuangan Mansyur Wahad, sebagai sarana silaturahmi
  • Bupati menegaskan apresiasi dan dukungan pemerintah terhadap inisiatif yang mengangkat nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal,
  • Melalui kegiatan edukatif seperti Summer Course, Workshop, dan penguatan peran museum, pemerintah berharap nilai budaya dan sejarah Ogan Ilir semakin dikenal luas, menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda

RRI.CO.ID, Palembang – Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir memperkuat dukungan terhadap upaya pelestarian budaya dan pengembangan pendidikan melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang dipimpin Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, di Ruang Audiensi Bupati, Kawasan Perkantoran Terpadu Tanjung Senai, Indralaya, Kamis, 4 Juni 2026.

Dalam pertemuan itu, Bupati menerima jajaran Panitia Kegiatan Summer Course dan Workshop Lanskap Budaya Tanjung Batu serta Pengurus Museum Perjuangan Mansyur Wahad Ogan Ilir. Audiensi dimanfaatkan untuk memaparkan sejumlah program yang berfokus pada pelestarian warisan budaya, penguatan identitas daerah, dan peningkatan edukasi masyarakat.

Menurut Panca, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga peninggalan sejarah, tetapi juga memastikan nilai-nilai lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Langkah ini penting untuk menjaga agar budaya daerah tetap hidup dan dikenali masyarakat luas,” kata Panca.

Ia menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam memperkuat pembangunan daerah. Pemerintah daerah, kata dia, terbuka terhadap berbagai kegiatan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkaya khazanah budaya Ogan Ilir.

“Sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan organisasi menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Sepanjang audiensi, berbagai gagasan dan rencana kegiatan disampaikan kepada pemerintah daerah. Mulai dari pelaksanaan Summer Course dan Workshop Lanskap Budaya Tanjung Batu hingga penguatan fungsi Museum Perjuangan Mansyur Wahad sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya lokal.

Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Sejumlah usulan pengembangan program budaya dan pendidikan menjadi perhatian pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap sejarah dan identitas daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....