Inflasi Sumsel Tertinggi dalam Lima Bulan, BBM Jadi Pemicu
- 03 Jun 2026 08:58 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Inflasi bulanan Sumatera Selatan pada Mei 2026 mencapai 0,61 persen, menjadi yang tertinggi dalam lima bulan terakhir, dengan inflasi tahunan sebesar 2,61 persen
- Kenaikan inflasi dipicu melonjaknya harga energi, terutama BBM dan avtur, yang berdampak pada meningkatnya biaya transportasi, distribusi barang, serta harga tiket pesawat
- Sektor pangan turut menyumbang inflasi akibat berkurangnya pasokan hortikultura karena cuaca panas, sementara kenaikan harga komoditas pertanian seperti karet, sawit, dan gabah memberikan keuntungan bagi petani namun meningkatkan beban
RRI.CO.ID, Palembang - Inflasi bulanan di Sumatera Selatan pada Mei 2026 mencapai 0,61 persen. Angka tersebut menjadi inflasi bulanan tertinggi yang tercatat dalam lima bulan terakhir.
Sementara itu, inflasi tahunan atau year on year (yoy) berada di level 2,61 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga masih perlu diwaspadai dalam beberapa waktu ke depan.
Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto, mengatakan kenaikan inflasi dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas strategis. Salah satu penyumbang terbesar berasal dari sektor energi, terutama bahan bakar minyak.
Menurut Wahyu, gejolak ekonomi global turut memengaruhi perkembangan inflasi di Indonesia. Dampaknya juga dirasakan di Sumatera Selatan melalui kenaikan harga sejumlah komoditas.
“Ya bukan hanya di tingkat region Sumatera Selatan tapi juga di tingkat nasional, karena imbasnya kenaikan komoditas BBM yang naiknya cukup drastis,” ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.
Beberapa jenis bahan bakar minyak tercatat mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya transportasi dan distribusi barang.
Selain BBM, harga avtur juga mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Dampaknya, biaya transportasi udara ikut meningkat dan memengaruhi harga tiket pesawat.
Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan, terutama kelompok hortikultura. Cabai menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan akibat berkurangnya pasokan di pasaran.
Produksi hortikultura terganggu oleh cuaca panas yang berlangsung cukup panjang. Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen menurun sehingga harga di tingkat konsumen meningkat.
Wahyu mengatakan pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus memantau perkembangan inflasi. Berbagai langkah antisipasi juga disiapkan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pengendalian inflasi menjadi penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak kenaikan harga terhadap kebutuhan sehari-hari.
Di sisi lain, kenaikan harga sejumlah komoditas memberikan dampak positif bagi sebagian petani. Harga karet, tandan buah segar sawit, dan gabah mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.
Meningkatnya harga komoditas pertanian membuat nilai jual hasil produksi petani ikut naik. Namun kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap kenaikan harga sejumlah kebutuhan di tingkat konsumen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....