Pemkab OKI Dorong ASN Tingkatkan PAD lewat Pajak Digital
- 03 Jun 2026 08:30 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten OKI mendorong ASN menjadi pelopor peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui program ASIK Pajak dan penerapan aplikasi SiDOMON Pajak untuk mempermudah pembayaran pajak daerah secara digital.
- Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran pajak merupakan strategi penting untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, memperkuat tata kelola keuangan daerah, dan mendukung kemandirian fiskal.
- Bambang Pramono mengapresiasi implementasi SiDOMON Pajak sebagai langkah konkret mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, sekaligus meningkatkan efisiensi, transparansi, inklusi keuangan, dan penerimaan daerah.
RRI.CO.ID, OKI - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendorong aparatur sipil negara (ASN) menjadi pelopor peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pembayaran pajak daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan ASN Sadar dan Ikut Kontribusi Pajak Daerah (ASIK Pajak) serta implementasi aplikasi SiDOMON Pajak (Sistem Digital Online Mempermudah Optimalisasi Pembayaran Pajak Daerah) sebagai bagian dari transformasi digital sektor perpajakan di Kabupaten OKI.
Bupati OKI, Muchendi Mahzareki mengatakan optimalisasi PAD merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik sangat bergantung pada kekuatan pendapatan daerah yang dikelola secara efektif.
“PAD yang kuat akan memberikan ruang yang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Optimalisasi penerimaan daerah harus terus kita lakukan melalui berbagai inovasi,” ucap Muchendi, Selasa 2 Juni 2026.
Ia menjelaskan, selain menggali potensi pajak daerah, pemerintah juga harus memastikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran. Digitalisasi menjadi pilihan strategis untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperkuat tata kelola keuangan daerah.
“Melalui aplikasi SiDOMON Pajak, masyarakat kini dapat membayar pajak daerah dengan lebih mudah, cepat, aman dan transparan. Digitalisasi ini bukan hanya memudahkan pelayanan, juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan memperkuat pendapatan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.
| Baca juga: Pemkab OKI Mulai Cairkan Gaji Ke-13 bagi ASN |
Muchendi juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI menjadi teladan dalam mendukung digitalisasi pembayaran pajak daerah. ASN, menurutnya, harus tampil sebagai pelopor dan agen perubahan di tengah masyarakat.
“ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat. Jika aparatur pemerintah sudah terbiasa membayar pajak secara digital melalui SiDOMON maka masyarakat akan semakin yakin dan terdorong untuk memanfaatkan layanan yang sama,” tuturnya.
Kegiatan ASIK Pajak dan implementasi SiDOMON Pajak menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten OKI dalam memperluas pemanfaatan layanan pembayaran pajak secara digital sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dan ASN terhadap kewajiban perpajakan daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten OKI dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui pemanfaatan teknologi pembayaran digital.
“Implementasi pembayaran pajak secara digital melalui SiDOMON merupakan langkah konkret dalam mendukung Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah. Sistem ini akan meningkatkan efisiensi, transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” jelas Bambang.
Menurut Bambang digitalisasi pembayaran pajak juga berperan dalam memperluas inklusi keuangan dan mendorong budaya transaksi non-tunai di masyarakat. Melalui kegiatan ASIK Pajak dan implementasi aplikasi SiDOMON,
“Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten OKI, Bank Indonesia, dan Bank Sumsel Babel menjadi contoh sinergi yang baik dalam mendorong transformasi digital daerah. Semakin mudah masyarakat membayar pajak, semakin besar pula potensi peningkatan penerimaan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan,” kata Bambang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....