Bupati OKI Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan

  • 04 Jun 2026 16:15 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten OKI memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 sebagai momentum untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  • Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menjaga persatuan, menghormati keberagaman, menjunjung keadilan, dan mengutamakan kepentingan publik.
  • Bupati OKI mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan era digital, menangkal hoaks, memperkuat persaudaraan, serta mendukung pembangunan yang berkeadilan dan inklusif.

RRI.CO.ID, OKI - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar apel peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Kantor Bupati OKI, 2 Juni 2026. Peringatan itu tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan tetapi menjadi ruang penegasan kembali posisi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa di tengah tantangan sosial dan perkembangan teknologi yang kian kompleks.

Dalam amanatnya, Bupati OKI, Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila harus dipahami sebagai momentum refleksi nasional. Menurut dia, Indonesia dibangun di atas kesepakatan nilai yang menempatkan persatuan, gotong royong dan penghormatan terhadap keberagaman sebagai pilar utama.

“Pancasila bukan sekadar slogan atau hafalan. Nilainya harus hidup dalam tindakan sehari-hari, Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa di tengah tantangan sosial dan perkembangan teknologi yang kian kompleks.” ujar Muchendi.

Ia menyoroti peran Pancasila sebagai perekat bangsa di tengah realitas Indonesia yang majemuk, dengan keberagaman suku, agama, budaya dan bahasa. Dalam konteks itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia yang adil, maju dan sejahtera.

"Menilai implementasi Pancasila tidak berhenti pada ruang pidato atau dokumen kebijakan. Nilai-nilainya, harus tercermin dalam perilaku sosial, cara bekerja hingga proses pengambilan keputusan. Sikap saling menghormati, menjunjung keadilan dan menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok disebutnya sebagai bentuk konkret pengamalan Pancasila," ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan, lembaga pendidikan, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan serta seluruh elemen masyarakat di Kabupaten OKI untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam bekerja dan melayani masyarakat.

"Pembangunan daerah semestinya tidak hanya mengejar capaian fisik dan pertumbuhan infrastruktur. Program pembangunan harus memuat semangat keadilan sosial, memperkuat kohesi sosial serta memberi keberpihakan kepada masyarakat kecil tanpa membedakan latar belakang,"bkatanya.

Menurut Muchendi, tantangan era digital yang ditandai derasnya arus informasi dan meningkatnya dinamika sosial-ekonomi. Di tengah situasi itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terseret oleh hoaks, fitnah maupun polarisasi akibat perbedaan pandangan.

“Perbedaan jangan menjadi alasan perpecahan. Justru harus menjadi kekuatan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan, Generasi muda diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, mencintai tanah air," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....