Menapak Jejak Sultan dan Ulama Menyambut Tahun Baru Islam
- 31 Mei 2026 22:15 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang – Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, ribuan umat Islam dari berbagai daerah di Sumatera Selatan akan berkumpul dalam sebuah kegiatan religi dan budaya bertajuk Ziarah Akbar Palembang Darussalam. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Pemakaman Kawah Tekurep pada, Selasa, 16 Juni 2026 ini diperkirakan diikuti sekitar 2.000 hingga 3.000 peserta.
Bukan sekadar tradisi ziarah makam, kegiatan ini menjadi upaya menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat terhadap para ulama, aulia, sultan, dan tokoh pendiri Kesultanan Palembang Darussalam yang telah meletakkan dasar peradaban Islam di Bumi Sriwijaya.
Ketua Panitia Ziarah Akbar Palembang Darussalam, Kemas Khoirul Mukhlis, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai agenda tahunan yang akan terus dilaksanakan setiap peringatan Tahun Baru Islam.
“Ziarah ini bukan hanya tentang mengenang mereka yang telah wafat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sejarah bagi generasi muda. Kita ingin masyarakat kembali mengenal para tokoh yang berjasa dalam penyebaran Islam dan pembangunan peradaban Palembang Darussalam,” ujarnya saat melakukan survei ke sejumlah lokasi ziarah di kawasan 1 Ilir Palembang, Sabtu, 30 Mei 2026..
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia akan menggelar ziarah ke berbagai situs bersejarah pada Minggu dan Senin, 14 hingga 15 Juni 2026. Beberapa lokasi yang akan dikunjungi di antaranya makam Ario Dillah, Ki Gede Ing Suro, Ratu Sinuhun, Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, hingga makam Sido Ing Rejek di Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir.
Nama-nama tersebut memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Palembang, baik sebagai pemimpin pemerintahan maupun tokoh penyebaran agama Islam. Keberadaan makam-makam tersebut menjadi saksi perjalanan panjang Palembang sebagai salah satu pusat peradaban Melayu-Islam yang berpengaruh di Nusantara.
Menurut Kemas, pergantian tahun Hijriah seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi spiritual dan memperkuat nilai-nilai persaudaraan.
“Melalui ziarah ini kita diajak untuk meneladani perjuangan para pendahulu, memperbaiki diri, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap sejarah daerah,” katanya.
Puncak kegiatan di Kawah Tekurep nantinya direncanakan dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang, tokoh agama, budayawan, akademisi, komunitas sejarah, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap warisan budaya dan sejarah Islam.
Panitia juga menyiapkan berbagai rangkaian acara yang memadukan unsur religi, sejarah, dan budaya. Dengan konsep tersebut, Ziarah Akbar Palembang Darussalam diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan spiritual, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang memperkenalkan kekayaan sejarah Palembang kepada generasi masa kini.
Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan, panitia telah melakukan survei lapangan ke sejumlah titik ziarah. Lokasi yang dikunjungi antara lain Komplek Pemakaman Kerajaan Palembang Sabo Kingking, Komplek Pemakaman Ki Gede Ing Suro, dan Komplek Pemakaman Sultan Agung Komaruddin Sri Teruno di kawasan 1 Ilir Palembang.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan panitia juga bersilaturahmi ke kediaman Ustaz Ahmad Fauzi bin KH Abdullah Zawawi Idzom guna memohon doa dan dukungan demi kelancaran pelaksanaan acara.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap semangat menghormati jasa para ulama dan sultan, melestarikan warisan budaya Islam, serta memperkuat identitas Palembang sebagai kota berakar kuat pada peradaban Islam dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang. Ziarah Akbar Palembang Darussalam pun diharapkan menjadi salah satu agenda religi dan budaya terbesar di Sumatera Selatan yang mampu menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan, sejarah, dan keimanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....