Perbaikan Jalan Baturaja-Batas Lampung Dikebut, Progres Capai 36 Persen
- 20 Mei 2026 07:20 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Progres fisik jalan Baturaja–Batas Lampung mencapai 36%, unggul 2% dari rencana awal sebesar 34% per Mei 2026
- Fokus utama perbaikan dilakukan pada area dengan kerusakan rutting sedalam 10 cm di dekat perbatasan Lampung yang kini telah berhasil dikembalikan ke kondisi semula
- Meskipun muncul sekitar 20 lubang baru setiap hari akibat cuaca hujan, tim berkomitmen menutup lubang dalam waktu maksimal 24 jam setelah proses identifikasi .
- Proyek sepanjang 17 km ini menggunakan dana SBSN total Rp98 miliar hingga tahun 2027, dengan target capaian 61% pada akhir tahun 2026
RRI.CO.ID, Palembang - Proyek perbaikan jalan nasional pada ruas Baturaja–Sugiwaras hingga Batas Lampung terus menunjukkan tren positif. Memasuki pertengahan Mei 2026, realisasi fisik pengerjaan jalan yang didanai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini dilaporkan telah melampaui target yang direncanakan.
Berdasarkan data terkini dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 PJN II Sumatera Selatan, progres pengerjaan di lapangan saat ini telah menyentuh angka 36 persen. Capaian tersebut mencatatkan deviasi positif sebesar dua persen dari rencana awal yang dipatok pada angka 34 persen. Saat ini, tim di lapangan fokus melakukan pengaspalan panas (hotmix) setelah melalui proses pengupasan atau casing menggunakan alat CM.
Kaur TU PPK 2.2 PJN II Sumatera Selatan, Alfadjrizal, menjelaskan, penanganan dilakukan secara efektif sepanjang 17 kilometer dengan konstruksi 100 persen aspal fleksibel. Fokus perbaikan saat ini tersebar mulai dari ruas Baturaja, Tanjung Kemala, hingga ke wilayah Sungai Tuha.
"Titik paling prioritas itu kemarin di dekat Batas Lampung, itu ada jalan-jalan yang sudah mulai rutting (beralur). Rutting-nya juga sudah sampai lebih dari 10 cm. Nah, itu sudah kita tangani, kita kupas terlebih dahulu dan kita perbaiki," ujar Alfadjrizal saat menjelaskan penanganan titik kerusakan parah di perbatasan, Rabu, 20 Mei 2026.
Meski progres fisik berjalan lancar, tim di lapangan harus berhadapan dengan tantangan cuaca ekstrem dan tingginya beban lalu lintas. Alfadjrizal mengungkapkan, cuaca pancaroba memicu munculnya rata-rata 20 lubang baru setiap hari di sepanjang ruas tersebut. Namun, pihak PJN II Sumsel menerapkan sistem gerak cepat untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
"Hari ini muncul lubang kita inspeksi terlebih dahulu nanti langsung kita tandai, kita marking langsung. Setelah kita lakukan casing, dalam 1 kali 24 jam kita tutup lubangnya," tegas Alfadjrizal mengenai komitmen pemeliharaan jalan.
Selain faktor cuaca, fluktuasi harga bahan bakar dan aspal akibat kondisi global turut membayangi operasional alat berat (AMP). Meski demikian, pihak penyedia jasa dipastikan tetap bekerja sesuai kontrak awal sambil menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Proyek tahun jamak (multiyears contract) dari 2025 hingga 2027 ini menelan total biaya Rp98 miliar. Untuk tahun 2026, alokasi anggaran sebesar Rp38 miliar difokuskan untuk mencapai target penyelesaian fisik hingga 61 persen pada akhir Desember mendatang. Menjelang hari raya Idul Adha, pengerjaan dipastikan tetap berjalan normal tanpa adanya penghentian jadwal kerja guna mengejar target akhir tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....