Muba Borong 4 Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda di Festival Sriwijaya
- 16 Mei 2026 09:15 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Masyarakat Muba meraih pengakuan nasional melalui penetapan empat karya budaya lokal sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) oleh Kementerian Kebudayaan.
- Ketua TP PKK Muba Patimah Toha mengapresiasi penghargaan ini sebagai bukti nyata bahwa bumi Serasan Sekate memiliki kekayaan peradaban yang bernilai tinggi.
- Patimah Toha membakar semangat generasi muda untuk tidak sekadar bangga, melainkan terlibat aktif dalam merawat dan menghidupkan kembali tradisi leluhur.
- TP PKK Muba mendorong lingkungan keluarga sebagai benteng utama dan ruang pertama dalam menanamkan rasa cinta anak-anak terhadap budaya daerah.
- Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang mengajak seluruh daerah untuk mentransformasikan warisan sejarah menjadi penggerak roda ekonomi kreatif masyarakat.
RRI.CO.ID, Palembang - Delegasi Kabupaten Musi Banyuasin menyambut dengan rasa bangga penyerahan penghargaan budaya dari pemerintah. Capaian ini menjadi bukti nyata atas dedikasi masyarakat dalam merawat tradisi leluhur hingga mendapat pengakuan resmi secara nasional.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Banyuasin, Patimah Toha menghadiri Pembukaan Festival Sriwijaya XXXIV di Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan, Jakabaring, Palembang, Jumat, 15 Mei 2026 malam. Patimah Toha menyaksikan langsung kemegahan acara bertajuk “The Ancient Relics of Sriwijaya” tersebut bersama sejumlah pejabat tinggi daerah.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan menyerahkan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Muba. Penghargaan bergengsi tersebut menjadi kado terindah yang mengukuhkan posisi Muba sebagai penjaga kelestarian tradisi di Sumatera Selatan.
Tim ahli menetapkan empat karya budaya asli Muba, yaitu Tari Ulang-Ulang, Tari Burung Putih, Dundai Naek Sialang, dan Sedekah Rame Kertayu sebagai WBTb Indonesia. Penetapan resmi ini sekaligus mengakhiri proses kurasi panjang yang melibatkan para maestro dan budayawan lokal.
“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Muba. Penetapan seni dan budaya Muba sebagai Warisan Budaya Takbenda harus menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus merawat, melestarikan, dan mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda,” ujar Patimah dengan nada optimis.
Patimah Toha menilai capaian ini sebagai bukti otentik bahwa bumi Serasan Sekate memiliki kekayaan peradaban yang bernilai tinggi. Patimah berkomitmen untuk terus mendorong program pemberdayaan keluarga yang berbasis pada penguatan nilai-nilai kearifan lokal.
Ibu-ibu kader PKK siap memelopori pengenalan seni tradisional ini mulai dari lingkungan rumah tangga terkecil. Patimah menegaskan bahwa ibu memiliki peran sentral sebagai guru pertama yang menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak-anak.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang mengajak seluruh masyarakat untuk menghidupkan kembali roh peradaban Kedatuan Sriwijaya. Wakil Gubernur Sumatera Selatan berharap warisan masa lalu ini mampu bertransformasi menjadi penggerak roda ekonomi kreatif warga.
Sekda Provinsi Sumatera Selatan Dr Edward Candra bersama Staf Ahli TP PKK Sumsel Lidyawati Cik Ujang turut menyosialisasikan gerakan cinta budaya ini kepada para tamu undangan. Kehadiran mereka menegaskan sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan daerah dalam melestarikan identitas bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....