Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS Bertambah Jadi 19 Orang
- 16 Mei 2026 20:10 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Jumlah korban meninggal dunia kecelakaan Bus ALS dan truk tangki minyak di Kabupaten Musi Rawas Utara bertambah menjadi 19 orang. Satu korban selamat bernama Jumiatun meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Korban berusia 43 tahun itu sebelumnya dirawat di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang akibat luka berat pascakecelakaan. Kondisinya dilaporkan memburuk pada dini hari sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 15 Mei 2026 pukul 08.48 WIB.
Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rony Samtana, mengatakan korban berasal dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dipulangkan ke rumah duka.
“Pada malam dini hari kondisi pasien memburuk dan setelah dilakukan tindakan medis intensif, pasien akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya kepada wartawan, Jumat, 15 Mei 2026 sore.
Dengan meninggalnya Jumiatun, total korban jiwa dalam kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera tersebut menjadi 19 orang. Sebanyak 17 korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan dua korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan rumah sakit.
Sebelum meninggal dunia, Jumiatun sempat menjalani dua kali operasi medis di Palembang. Salah satu tindakan dilakukan pada 11 Mei 2026 untuk mengangkat jaringan tubuh yang mengalami kerusakan serius.
Korban selamat lainnya, Mohd Tahrul Hubaidi, sebelumnya juga meninggal dunia saat dirawat di RS Rupit Muratara. Sementara satu korban lain bernama Ngadiono masih menjalani perawatan dan dilaporkan dalam kondisi membaik.
Di sisi lain, proses identifikasi korban meninggal dunia masih terus dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Hingga kini, 14 dari 17 jenazah yang ditemukan di lokasi kejadian telah berhasil dikenali.
Karolabdokkes Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, mengatakan identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan DNA dan pencocokan data sekunder. Tim forensik masih bekerja untuk memastikan identitas tiga korban lainnya.
“Seluruh proses pemeriksaan DNA dilakukan secara rigid dan profesional,” tuturnya. Pemeriksaan meliputi pengambilan sampel, ekstraksi, amplifikasi, hingga analisis profil DNA korban.
Polda Sumsel memastikan proses identifikasi dan penyidikan kecelakaan Bus ALS terus dilakukan secara menyeluruh. Polisi juga berupaya mempercepat penyerahan jenazah kepada keluarga agar segera dimakamkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....