Kelompok Wanita Tani Patih Galung Bougenville Sulap Lahan Jadi Kebun Sayur
- 11 Mei 2026 06:40 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Prabumulih- Kelompok Wanita Tani (KWT) Bougenville bersama sejumlah perempuan lainnya di wilayah Pati Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun sayur mayur. Tindakan itu didukung Pertamina EP (PEP) Limau Field, yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4.
Rupanya Inisiasi warga ini sejalan dengan program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan (Niat Mila) yang dicanangkan PHR Zona 4. Menurut Ketua KWT Bougenville Rini, mulanya mereka melihat lahan kosong yang hanya menjadi tempat nongkrong.
Takut anak-anaknya terjerumus ke hal-hal yang merugikan, dia mengajak warga lain memanfaatkan lahan tersebut untuk dijadikan kebun sayuran. ‘’Saya adalah seorang ibu yang menolak diam melihat lahan kosong itu menjadi tempat nongkrong yang menjerumuskan masa depan anak-anak kami. Lahan ini harus berubah wujud,’’ ujarnya bercerita kepada sejumlah media, Minggu 10 Mei 2026.
Langkah mulia Rini dimulai melalui pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bougenville bersama sejumlah perempuan di Patih Galung. Akan tetapi, ia menyadari tekad saja tidak cukup.
Rini dan anggota KWT Bougenville belum punya keterampilan bertani yang memadai untuk mengelola lahan seluas itu. Perjuangan merombak wajah Patih Galung ini kemudian mempertemukan Rini dan kelompoknya dengan PEP Limau Field.
Perusaahan migas itu memberi dukungan menyeluruh melalui pelatihan pengolahan pertanian organik serta pengadaan sarana dan prasarana pertanian. Perlahan tapi pasti, ibu-ibu KWT Bougenville mulai paham cara menanam sayur-mayur secara organik.
Mulai dari kangkung, sawi, hingga buah markisa kini bisa mereka tanam sendiri di lahan milik bersama. Para perempuan itu juga andal menanam tanaman obat keluarga (toga), seperti kunyit, jahe, kencur, laos, cassia, serta lidah buaya.
Lahan yang semula menjadi pusat kegiatan negatif perlahan berubah menjadi sumber pemenuhan kebutuhan pangan warga Patih Galung. Mereka bisa menekan pengeluaran belanja dapur hingga Rp500 ribu per bulan berkat bahan makanan yang ditanam sendiri.
Tak berhenti di situ, PEP Limau Field juga membimbing Rini dan kawan-kawan mengolah hasil tani mereka menjadi produk bernilai ekonomi. Mereka kini mampu memproduksi 18 produk bernilai jual, termasuk serbuk minuman Serjale (serai jahe lemon), serbuk minuman Kunwak (kunyit temulawak), dan minuman segar Verranas (aloe vera nanas).
| Baca juga: Kodim OKI Dukung Ketahanan Pangan Sumsel |
KWT Bougenville yang beranggotakan 20 orang perempuan itu pun mulai menuai hasil dari benih baik yang mereka tanam beberapa tahun lalu. Mereka mendapatkan penghasilan tambahan Rp1,5 juta per bulan untuk kas kelompok.
‘’Saya tahu betapa besarnya keperluan dapur yang harus dipenuhi setiap harinya. Ketika lahan ini bisa menambal kebutuhan itu sekaligus memberikan lingkungan bermain yang sehat bagi anak-anak kami, rasanya lelah mencangkul seharian langsung hilang,’’ ujar Rini.
Sementara itu, Manager Community Involvement and Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Iwan Ridwan Faizal, menyampaikan bahwa kegigihan Rini dan KWT Bougenville menginspirasi PHR untuk terus tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi. ‘’Kami ingin memastikan keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui pemberdayaan yang berkelanjutan,’’ kata Iwan.
Menurut Iwan, pendekatan PHR Zona 4 Limau Field dalam setiap program pemberdayaan senantiasa menjauhi pola bantuan sesaat. ‘’Setiap inisiatif dirancang berkesinambungan guna menyentuh aspek peningkatan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan penguatan struktur sosial masyarakat setempat,’’ ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....