Ponpes Sirojul Ulum Wisuda 67 Santri Khataman Al-Qur’an
- 03 Mei 2026 22:47 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Musi Banyuasin - Sebanyak 67 santri mengikuti wisuda khataman Al-Qur’an di Pondok Pesantren Sirojul Ulum. Kegiatan berlangsung di Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin, Minggu, 3 Mei 2026.
Wisuda digelar bersamaan dengan haul dan peringatan ulang tahun ke-23 pesantren. Acara dihadiri Wakil Bupati Musi Banyuasin Abdur Rohman Husen.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan nilai pendidikan keagamaan. Pondok pesantren dinilai berperan penting membentuk karakter generasi muda.
Dalam sambutannya, Abdur Rohman Husen menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan. Ia menilai khataman Al-Qur’an memiliki makna spiritual yang mendalam.
Menurutnya, tradisi khataman tidak sekadar seremoni keagamaan. Kegiatan tersebut mencerminkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Abdur Rohman menilai haul menjadi pengingat atas jasa para ulama dan pendiri pesantren. Momentum tersebut juga menjadi ruang refleksi perjalanan pendidikan.
“Peringatan haul mengingatkan kita pada jasa para pendiri dan ulama yang membangun pondok pesantren ini,” ujarnya.
Ia berharap Pondok Pesantren Sirojul Ulum terus berkembang di usia ke-23. Peningkatan kualitas pendidikan dinilai penting dalam membentuk karakter santri.
Menurut Abdur Rohman, pesantren memiliki peran strategis di tengah perkembangan teknologi. Lembaga pendidikan agama dinilai mampu menjaga nilai keislaman.
Ia juga berpesan kepada santri agar terus menuntut ilmu. “Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak,” tuturnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ulum KH Mufron Al-Mujtaba Al-Hafizh menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah daerah. Dukungan tersebut dinilai penting bagi pendidikan keagamaan.
Menurut KH Mufron, wisuda bukan akhir dari proses pembelajaran. Santri diminta terus menjaga semangat belajar setelah menyelesaikan khataman.
Ia menilai tantangan pendidikan ke depan akan semakin besar. “Wisuda ini bukan tanda selesai, tetapi bagian dari tahapan ujian,” ujarnya.
Pondok pesantren diharapkan terus menjadi ruang pembinaan karakter dan spiritual. Kehadiran lembaga pendidikan agama dinilai penting dalam membangun generasi berakhlak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....