BPBD Sumsel Siapkan Mitigasi Hadapi Ancaman Bencana
- 03 Mei 2026 21:36 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Potensi banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan masih menjadi ancaman utama di Sumatera Selatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah memperkuat langkah kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana pada 2026.
Fokus mitigasi diarahkan pada 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Pemerintah daerah menilai kesiapan sejak dini penting untuk mempercepat penanganan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumsel Bobi Novian menyampaikan kesiapan tersebut dalam Dialog Palembang Menyapa. Program disiarkan PRO 1 RRI Palembang pada Senin, 27 April 2026.
Menurut Bobi, BPBD Sumsel telah menyiapkan berbagai peralatan kebencanaan. Kesiapan logistik dinilai penting untuk menghadapi situasi darurat.
Ia menyebut kesiapsiagaan tidak hanya berfokus pada alat pendukung. Koordinasi lintas daerah juga diperkuat melalui rapat bersama BPBD kabupaten dan kota.
Menurut Bobi, sinergi antardaerah diperlukan agar penanganan berjalan cepat. “Kami dari BPBD Sumsel sudah siap dari sisi peralatan untuk menghadapi bencana,” ujarnya.
BPBD Sumsel juga memperkuat upaya mitigasi melalui edukasi masyarakat. Sosialisasi dilakukan terkait ancaman banjir, longsor, dan kebakaran hutan.
Menurut Bobi, pendekatan kepada masyarakat masih menjadi tantangan. “Kami juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh tim kabupaten dan kota di Sumsel,” tuturnya.
Ia menjelaskan edukasi terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran warga. “Untuk tahun 2026 ini, kami sudah melakukan sosialisasi pencegahan banjir dan kebakaran hutan,” katanya.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD OKU Selatan Uliyati Liska mengatakan kesiapan dilakukan hingga tingkat kecamatan. Posko induk telah diaktifkan setelah arahan pimpinan daerah.
Menurut Uliyati, BPBD juga menempatkan pos pemantauan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau potensi longsor.
“Setelah rapat yang dipimpin gubernur, kami langsung mengaktifkan posko induk di kantor BPBD,” ujarnya. Pos pemantauan ditempatkan di sejumlah kecamatan rawan.
Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye WALHI Sumsel Galang Suganda menilai kesiapsiagaan harus dilakukan secara menyeluruh. Penanganan bencana tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata.
Menurut Galang, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mitigasi. “Dalam momentum kesiapsiagaan ini, kita harus benar-benar menyiapkan segala hal,” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....