Palembang Tuan Rumah Ajang Kompetisi Damkar Tingkat Nasional

  • 28 Apr 2026 07:20 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Sebanyak 336 peserta dari 42 tim pemadam kebakaran seluruh Indonesia mengikuti National Firefighter Skill Competition (NFSC) 2026 di Kota Palembang. Ajang nasional ini dipusatkan di kawasan Benteng Kuto Besak sebagai lokasi pembukaan, Senin, 27 April 2026.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menyambut langsung kedatangan peserta. Pemerintah Kota Palembang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah kompetisi yang mempertemukan personel pemadam kebakaran dari berbagai daerah.

Menurut Aprizal, NFSC tidak sekadar menjadi ajang perlombaan keterampilan. Kompetisi juga berfungsi mengukur kesiapsiagaan, profesionalisme, dan kemampuan petugas dalam menghadapi situasi darurat.

“NFSC adalah wadah strategis untuk mengasah keterampilan dan memperkuat sinergi antarpetugas penyelamatan di seluruh Indonesia,” ujarnya. Kompetisi dinilai penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan penanggulangan kebakaran.

Ia menambahkan, pemilihan Benteng Kuto Besak memiliki makna simbolis. Lokasi bersejarah itu mencerminkan identitas Palembang yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar budaya.

“Melalui suasana historis ini, kami ingin peserta juga mengenal kekayaan budaya Palembang,” katanya. Pemerintah berharap kegiatan memberi pengalaman berkesan bagi seluruh peserta.

NFSC 2026 diharapkan melahirkan personel pemadam kebakaran yang tangguh dan adaptif. Kemampuan mengambil keputusan cepat dalam kondisi darurat menjadi salah satu aspek penting yang diuji.

Aprizal juga menilai kompetisi menjadi ruang berbagi pengalaman antarwilayah. Pertukaran pengetahuan dinilai penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang penyelamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang, Kemas Haikal, menjelaskan, kompetisi terbagi dalam tiga kategori. Ketiganya dirancang menyerupai kondisi nyata di lapangan.

Kategori pertama yakni hose laying atau ketangkasan menggelar selang. Materi ini menguji kecepatan petugas dalam menyambungkan peralatan hingga siap melakukan penyemprotan.

“Kecepatan menggelar selang menjadi standar penting dalam proses pemadaman,” ujarnya. Respons lambat dinilai berpengaruh pada efektivitas penanganan kebakaran.

Kategori kedua adalah survival atau kemampuan bertahan hidup. Peserta diuji menghadapi simulasi kondisi ekstrem dengan perlengkapan pelindung lengkap.

Adapun kategori ketiga yakni ladder pitching atau penyelamatan dari ketinggian. Kemampuan ini penting karena tugas pemadam kebakaran tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan evakuasi korban.

Melalui NFSC 2026, Pemerintah Kota Palembang berharap tercipta peningkatan standar kompetensi petugas damkar. Kompetisi juga diharapkan memperkuat jejaring dan sinergi antarwilayah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....