Perempuan Masih Hadapi Tantangan di Dunia Kerja
- 28 Apr 2026 07:25 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Peringatan Hari Kartini kembali menjadi momentum refleksi terhadap isu kesetaraan gender yang masih dihadapi perempuan. Meski akses pendidikan dan pekerjaan semakin terbuka, tantangan sosial dinilai belum sepenuhnya hilang.
Pandangan tersebut disampaikan Pendiri Hello Sister Nindy Voristya Wanda dalam Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi di PRO 1 RRI Palembang, Senin, 27 April 2026. Ia menilai perjuangan perempuan kini hadir dalam bentuk yang berbeda dibanding masa lalu.
Menurut Nindy, perempuan masih kerap menghadapi stigma sosial yang menempatkan mereka sebagai sosok emosional dan kurang rasional. Persepsi tersebut dinilai memengaruhi cara masyarakat memandang kemampuan perempuan.
“Perjuangan perempuan masih panjang, hanya saja dimensinya berbeda dibandingkan masa lalu,” ujarnya.
Dalam dunia kerja, perempuan juga dinilai masih menghadapi hambatan struktural. Kondisi biologis seperti kehamilan dan melahirkan kerap dianggap memengaruhi produktivitas.
Selain tantangan profesional, perempuan pekerja juga menghadapi tekanan sosial terkait peran domestik. Pilihan menitipkan anak di daycare, misalnya, masih sering mendapat penilaian negatif.
Nindy menilai stigma tidak hanya datang dari laki-laki. Dalam sejumlah kasus, tekanan sosial juga muncul dari sesama perempuan.
Fenomena tersebut menunjukkan pentingnya membangun solidaritas dan dukungan antar perempuan. Lingkungan yang suportif dianggap menjadi faktor penting dalam mendorong kesetaraan.
Di era digital, tantangan perempuan dinilai semakin kompleks. Media sosial sering memicu perbandingan hidup yang dapat memengaruhi rasa percaya diri.
Namun, ruang digital juga membuka peluang baru bagi perempuan untuk menyampaikan aspirasi. Media sosial menjadi sarana berbagi pengalaman dan memperkuat jaringan dukungan.
Nindy berharap momentum Hari Kartini dapat memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan. Dukungan lingkungan yang inklusif dinilai penting agar perempuan berani bersuara dan mengambil peran kepemimpinan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....