Musim Kemarau Diprediksi Ekstrem, Warga Diminta Siaga

  • 26 Apr 2026 07:29 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang tahun ini. Kondisi cuaca kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan, kebun, dan lahan.

Peringatan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi pengendalian karhutla di Auditorium Pemprov Sumsel, Jumat, 24 April 2026. Pemerintah daerah mulai memperkuat langkah pencegahan sebelum puncak kemarau tiba.

Kepala BMKG Sumsel Wandayantolis mengatakan musim kemarau diperkirakan mulai berlangsung pada Mei. Curah hujan diprediksi berada di bawah normal akibat pengaruh fenomena El Nino.

“Mulai Mei kita sudah masuk kemarau. Puncaknya akan sangat kering dengan curah hujan di bawah normal,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026. Kondisi itu berpotensi meningkatkan kerawanan kebakaran.

Menurut Wandayantolis, musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih awal. Situasi diperparah oleh fenomena Indian Ocean Dipole yang mengurangi pasokan uap air ke wilayah Indonesia.

“Saat ini April masih puncak musim hujan, tetapi Mei hingga Juni kita memasuki musim kemarau,” katanya. Suhu udara diperkirakan meningkat seiring berkurangnya curah hujan.

BMKG memprediksi puncak kemarau terjadi pada September. Curah hujan diperkirakan tetap rendah hingga akhir Oktober.

Wandayantolis menyebut hujan baru berpotensi kembali turun pada penghujung Oktober. Karena itu, kesiapsiagaan perlu dilakukan sejak awal musim kemarau.

Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan informasi BMKG menjadi dasar langkah pencegahan. Pemerintah ingin meminimalkan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

“Karhutla bukan persoalan biasa karena berdampak besar pada kesehatan masyarakat,” ujarnya. Pemerintah daerah kini fokus memetakan wilayah rawan kebakaran.

Menurut Deru, pola titik rawan kebakaran cenderung berulang setiap tahun. Karena itu, kesiapan personel dan pemantauan kualitas udara menjadi prioritas.

“Konsep penanganan bisa berbeda setiap tahun, tapi titik rawannya sering kali sama,” katanya. Langkah pencegahan dinilai lebih penting dibanding penanganan saat kebakaran terjadi.

Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan disampaikan sebagai antisipasi memasuki musim kemarau.

“Kita harus mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau yang mulai terasa pada Mei,” ujarnya. Pemerintah berharap masyarakat ikut berperan mencegah kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....