Polda Sumsel Perkuat Strategi Pencegahan Karhutla 2026
- 25 Apr 2026 18:45 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Polda Sumatera Selatan memastikan perkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026. Strategi itu dengan langkah preventif, patroli terpadu, serta edukasi masif kepada masyarakat di wilayah rawan
Komitmen tersebut ditegaskan Kapolda Irjen Pol Sandi Nugroho, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026. Rapat berlangsung di Auditorium Graha Bina Praja, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, Jumat, 24 April 2026.
Rapat yang dihadiri Kapolda dan jajaran menjadi langkah strategis untuk menyatukan pola kerja antara kepolisian, pemerintah daerah, serta instansi terkait dalam menghadapi ancaman musim kemarau. Fokus utama yang ditekankan adalah perubahan pola penanganan dari responsif menjadi preventif.
“Diantaranya dengan mengutamakan deteksi dini hotspot, patroli rutin, dan penguatan sinergi lintas sektor. Langkah ini sejalan dengan program Presisi Polri serta agenda strategis nasional dalam menjaga ketahanan lingkungan dan stabilitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kapolda Sumsel menegaskan pihaknya tidak akan menunggu kebakaran besar terjadi sebelum bertindak. Polda memastikan akan mengedepankan paradigma pencegahan.
“Deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta patroli rutin harus menjadi prioritas utama. Sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Wali Kota, menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan karhutla,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.
Sebagai bentuk keseriusan, jajaran Polda Sumsel telah mengerahkan seluruh Polres di wilayah rawan, seperti Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Musi Rawas Utara, untuk meningkatkan patroli terpadu. Sepanjang Januari hingga April 2026, tercatat 3.004 kegiatan patroli karhutla telah dilaksanakan.
Selain patroli, petugas juga aktif menyebarkan maklumat larangan membuka lahan dengan cara membakar, sekaligus melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Upaya ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan daerah dan menekan potensi munculnya titik panas (hotspot) yang berisiko memicu kabut asap.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa seluruh sarana dan prasarana pendukung telah disiagakan. “Kami terus mengedepankan pendekatan humanis melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, namun tetap disertai penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran,” katanya.
Polda Sumsel berkomitmen mewujudkan Sumatera Selatan bebas asap melalui kolaborasi seluruh elemen. “ Kami optimistis mampu menjaga stabilitas keamanan wilayah sekaligus melindungi lingkungan hidup dari ancaman karhutla selama musim kemarau 2026,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....