Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla hingga November

  • 24 Apr 2026 16:40 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lebih awal pada 2026. Penetapan ini diambil berdasarkan sejumlah indikator risiko yang sudah terlihat sejak awal tahun, meski sebagian wilayah masih mengalami hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, mengatakan Pemerintah Provinsi Sumsel mengambil langkah antisipatif seiring prediksi musim kemarau yang disebut akan lebih ekstrem. Status tersebut berlaku mulai 22 April hingga 30 November.

“Prediksi menunjukkan kemarau tahun ini datang lebih cepat, berlangsung lebih lama, dan cenderung lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. Ini yang menjadi dasar utama kami bergerak lebih awal,” ujarnya, Kamis 23 April 2026.

Selain faktor cuaca, peningkatan jumlah titik panas (hotspot) sejak Januari hingga April turut memperkuat keputusan tersebut. Data pemantauan menunjukkan adanya lonjakan aktivitas panas di sejumlah wilayah yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran jika tidak segera diantisipasi.

Langkah percepatan ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang meminta daerah tidak menunggu kondisi memburuk untuk menetapkan status siaga. “Agar penanganan di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi,” jelasnya

Di tingkat kabupaten, dua wilayah bahkan telah lebih dulu menetapkan status siaga, yakni Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir. Keduanya dikenal memiliki lahan gambut luas yang sangat rentan terbakar, terutama saat musim kemarau.

Iqbal menegaskan, pengalaman kebakaran pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi Sumsel untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Dengan status siaga lebih awal, upaya pencegahan diharapkan dapat dimaksimalkan, mulai dari patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, hingga kesiapan peralatan pemadaman.

“Ini bukan hanya soal kesiapsiagaan pemerintah, tetapi juga peran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanggulangan,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....