Pemkab Muba Gandeng BKN Percepat Manajemen Talenta

  • 24 Apr 2026 08:15 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Musi Banyuasin - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mempercepat reformasi manajemen aparatur sipil negara melalui penguatan sistem merit dan manajemen talenta. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengisian jabatan berbasis kompetensi dan kinerja.

Upaya itu dibahas dalam rapat lanjutan bersama Kantor Regional VII Badan Kepegawaian Negara Palembang dan Komite Talenta. Pertemuan berlangsung di Kantor Regional VII BKN Palembang pada Kamis, 23 April 2026.

Asisten Administrasi Bidang Administrasi Umum Setda Muba Aidil Fitri mengatakan kolaborasi dengan BKN menjadi bagian penting dalam reformasi birokrasi. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan profesionalisme aparatur.

“Kolaborasi dengan BKN dan Komite Talenta merupakan kunci dalam mendorong profesionalisme ASN,” ujarnya, Kamis, 23 April 2026. Pemerintah daerah disebut berkomitmen memperkuat penerapan sistem merit.

Menurut Aidil, sistem merit tidak hanya berkaitan dengan administrasi kepegawaian. Kebijakan tersebut menjadi dasar dalam menyiapkan sumber daya aparatur yang kompeten.

Sistem merit menempatkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja sebagai dasar pengembangan karier ASN. Mekanisme tersebut diterapkan tanpa diskriminasi maupun intervensi kepentingan nonprofesional.

“Ini bukan hanya soal administrasi kepegawaian, tetapi bagaimana kita menyiapkan talenta terbaik untuk mengisi jabatan strategis,” katanya. Penempatan jabatan dinilai harus dilakukan secara objektif dan terukur.

Aidil menjelaskan keberadaan Komite Talenta berfungsi memastikan proses berjalan transparan. Mekanisme itu juga mendukung agenda reformasi birokrasi nasional.

Kepala BKPSDM Musi Banyuasin Pathi Riduan menambahkan pembahasan difokuskan pada integrasi data ASN. Pemerintah daerah juga melakukan pemetaan kompetensi pegawai.

Rapat membahas penyelarasan data dan penguatan mekanisme pengisian jabatan berbasis kinerja. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung kebutuhan organisasi.

“Kami terus mematangkan integrasi data ASN, termasuk pemetaan potensi dan kinerja,” tuturnya. Kebijakan kepegawaian diharapkan lebih tepat sasaran melalui basis data yang kuat.

Menurut Pathi, sinergi dengan BKN menjadi langkah konkret meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penataan sumber daya aparatur dinilai berdampak langsung pada efektivitas birokrasi.

Sebelum diterapkan secara penuh, konsep manajemen talenta akan dipaparkan ke BKN pusat. Tahapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi dan sinkronisasi kebijakan.

“Namun sebelum manajemen talenta diterapkan secara penuh di Muba, kita akan lakukan paparan di BKN Pusat dulu,” katanya. Proses itu diharapkan memperkuat kesiapan implementasi.

Rapat juga membahas strategi penerapan manajemen talenta secara berkelanjutan. Penguatan sistem digital kepegawaian menjadi salah satu fokus pembahasan.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menargetkan reformasi ASN berjalan lebih terstruktur. Pengawasan penerapan sistem merit dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas birokrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....