Muba Bentuk Desa Bersinar untuk Tekan Penyalahgunaan Narkoba
- 24 Apr 2026 08:01 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Musi Banyuasin - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin membentuk program Desa Bersih Narkoba atau Bersinar untuk menekan penyalahgunaan narkotika hingga tingkat desa. Program tersebut diluncurkan sebagai respons atas meningkatnya prevalensi penyalahgunaan narkoba di wilayah itu.
Bupati Musi Banyuasin Toha Tohet menyampaikan program tersebut saat membuka workshop Desa Bersinar. Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang pada Rabu, 22 April 2026.
Program Bersinar diarahkan untuk memperkuat pengawasan dan pencegahan di lingkungan desa. Pemerintah daerah menilai keterlibatan aparat desa penting dalam mengendalikan peredaran narkotika.
Toha Tohet mengatakan Kabupaten Musi Banyuasin berhasil menurunkan angka kemiskinan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kondisi itu belum sejalan dengan penurunan kasus penyalahgunaan narkoba.
“Persentase penduduk miskin tercatat turun signifikan dari 12,88 persen menjadi 9,97 persen,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026. Penurunan tersebut disebut menjadi salah satu capaian pembangunan daerah.
Di sisi lain, prevalensi penyalahgunaan narkoba justru mengalami kenaikan. Persentase pengguna meningkat dari empat persen menjadi lima persen dari jumlah penduduk.
Dengan populasi sekitar 700 ribu jiwa, jumlah warga yang terpapar narkoba diperkirakan mencapai 35 ribu orang. Kondisi tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi pembangunan sosial.
Toha menyebut persoalan narkotika tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah daerah. Penanganan membutuhkan keterlibatan pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dukungan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan dalam pendampingan program. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat pencegahan hingga tingkat desa.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan program Bersinar. Ia menilai peredaran narkoba harus ditekan secara menyeluruh.
“Kami mendukung Pemkab Muba dalam menjalankan Program Bersinar ini. Dampak narkoba sangat merusak berbagai lapisan masyarakat,” katanya. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba juga berpengaruh terhadap meningkatnya kriminalitas.
Herman Deru menilai program Desa Bersinar dapat menjadi model bagi daerah lain. Pendekatan berbasis desa dianggap efektif mempersempit ruang peredaran narkotika.
Workshop dihadiri unsur pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Peserta terdiri atas kepala OPD, camat, kepala desa, serta mitra media.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi simbolis “Stop Narkoba”. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan desa yang aman dan bebas narkotika.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....