BKN Apresiasi OKI Kembangkan Manajemen Talenta ASN
- 22 Apr 2026 07:01 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKI - Penguatan sistem merit dalam birokrasi kembali mendapat dorongan melalui pengembangan manajemen talenta ASN di daerah. Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dinilai menunjukkan keseriusan dalam membangun tata kelola kepegawaian yang profesional.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara Suharmen usai ekspose dan simulasi di Kantor Pusat BKN. Kegiatan berlangsung di Jakarta pada Selasa 21 April 2026.
Ia menilai langkah strategis yang dilakukan Pemkab OKI menjadi modal penting dalam memperkuat sistem ASN secara nasional. Komitmen daerah dinilai berperan besar dalam mendorong reformasi birokrasi.
Menurutnya, pengelolaan data talenta yang baik akan memperkuat birokrasi yang profesional. Sistem ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung reformasi kepegawaian di Indonesia.
“Tujuannya memastikan suksesi yang tepat, menciptakan talenta unggul, meningkatkan profesionalisme birokrasi, serta mendukung sistem merit,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.
Ia menjelaskan manajemen talenta tidak hanya berfungsi untuk pengisian jabatan. Sistem ini juga dirancang untuk menciptakan sumber daya aparatur yang unggul dan kompeten.
Penerapan sistem tersebut dinilai penting untuk meningkatkan profesionalisme birokrasi secara menyeluruh. Dengan demikian, prinsip merit dapat diterapkan secara konsisten dan objektif.
Suharmen menegaskan pentingnya keselarasan antara kinerja ASN dan visi kepala daerah. Hal ini menjadi dasar dalam penempatan pejabat pada posisi strategis.
Ia menyebut setiap ASN yang menduduki jabatan harus melalui proses manajemen talenta. Penempatan tersebut harus berorientasi pada pencapaian tujuan pembangunan daerah.
Direktur Pengembangan Talenta dan Karier ASN BKN Samsul Hidayat menjelaskan sistem ini berbasis data objektif. Penilaian dilakukan melalui rekam jejak kompetensi, pengalaman, dan pendidikan.
“Sistem ini melihat rekam jejak kompetensi, pengalaman kerja, dan pendidikan, sehingga hasilnya diharapkan lebih akurat dibandingkan asesmen konvensional,” katanya.
Menurutnya, pendekatan berbasis data akan menghasilkan keputusan yang lebih tepat dalam pengelolaan ASN. Hal ini sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dengan penerapan sistem tersebut, diharapkan birokrasi semakin profesional dan adaptif. Pemerintah juga optimistis mampu mencetak talenta unggul yang mendukung pembangunan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....