Bupati Muba Dorong Perempuan Aktif Kawal Program

  • 22 Apr 2026 07:48 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Muba - Peran perempuan sebagai kekuatan strategis pembangunan kembali ditegaskan di Musi Banyuasin. Bupati Toha Tohet mendorong organisasi perempuan tampil sebagai motor penggerak sosial di tengah masyarakat.

Dorongan itu disampaikan saat menerima audiensi Ormas Sarinah Srikandi Serasan Sekate dalam rangka Hari Kartini 2026. Kegiatan berlangsung di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa 21 April 2026.

Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai konsolidasi peran perempuan dalam pembangunan daerah. Pemerintah daerah menilai keterlibatan perempuan menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan.

Bupati menegaskan organisasi perempuan tidak cukup hanya menjalankan fungsi sosial. Peran tersebut harus diperkuat sebagai pengawas dan pengawal program pemerintah.

“Emak-emak S4 harus hadir di tengah masyarakat, memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak. Sekaligus menjadi penyambung informasi yang benar, agar masyarakat tidak terpengaruh isu yang menyesatkan,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.

Ia menilai keterlibatan perempuan penting dalam berbagai sektor strategis seperti pendidikan dan ekonomi. Program pemerintah dinilai lebih efektif jika didukung partisipasi aktif organisasi perempuan.

Program seperti bedah rumah, bantuan usaha mikro, dan pemberdayaan masyarakat disebut membutuhkan penguatan kolaborasi. Peran perempuan dinilai mampu mempercepat implementasi program tersebut.

Menurutnya, kehadiran S4 menjadi energi baru dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Kolaborasi ini diyakini mampu mendorong terwujudnya Muba Maju Lebih Cepat.

Ketua Ormas S4 Muba Sumarni menyampaikan organisasinya telah memiliki legalitas resmi di Kesbangpol. Ia menegaskan S4 merupakan organisasi independen yang fokus pada kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

“S4 merupakan organisasi independen yang tidak berafiliasi dengan partai politik, dengan fokus pada kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan S4 didirikan oleh sejumlah tokoh daerah dan resmi dilantik pada 27 April 2018 di Sekayu. Saat ini, organisasi tersebut telah memiliki sekitar 1.500 anggota.

Dalam menjalankan program, S4 mengusung empat pilar utama melalui kelompok kerja. Pilar tersebut mencakup bidang keagamaan, sosial, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi produktif.

Kelompok kerja tersebut menyasar berbagai sektor seperti pertanian, perkebunan, nelayan, buruh, hingga UMKM. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumarni menegaskan S4 siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan. Organisasi ini berharap mendapat ruang lebih luas untuk berkontribusi.

“Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Harapan kami, S4 diberi ruang yang lebih luas untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan, demi terwujudnya Muba Maju Lebih Cepat dan Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....