Dinas PPKBPPPA PALI Dorong Kesetaraan Gender
- 18 Apr 2026 11:25 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, PALI - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus meningkatkan kualitas program kerja. Hal ini terwujud dalam kegiatan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pengarusutamaan Gender (PUG) serta Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Program yang digelar Kamis, 16 April 2026 di Kantor KB Kecamatan Talang Ubi, PALI.
Kepala Dinas PPKBPPPA PALI, Mariono, menyatakan, Pemerintah Kabupaten PALI sangat mendukung kegiatan yang dilakukan dinas yang dipimpinnya. ‘’Bupati sangat responsive dengan segala program yang kita lakukan dan mendukung, buktinya dengan membangun kantor dinas ini,’’ ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Kabupaten PALI, Sapawi Bakir, menyoroti isu gender sudah menjadi urusan yang terintegrasi. Mulai dari tingkat Nasional, Provinsi, hingga Kabupaten penting untuk meningkatkan presentasi perempuan dalam jabatan kepemimpinan di semua lini.
“Saat ini kualitas perempuan bahkan sudah banyak yang menandingi laki-laki, namun peran serta kepemimpinan perlu terus didorong. Ras tertinggi populasi adalah perempuan, namun sayangnya perempuan juga sering menjadi objek terjadinya kekerasan. Oleh karena itu, pembenahan terhadap Pengarusutamaan Gender (PUG) harus dilakukan lebih dalam lagi agar responsif," ujarnya.
Sapawi juga meminta agar program-program di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat ditingkatkan responsifitasnya terhadap PUG dan Kabupaten Layak Anak (KLA). Selain itu, pengembangan tujuh Kampung KB diharapkan dapat terus berjalan optimal.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan, M Zaki Aslam, yang turut hadir dan memberikan materi menjelaskan bahwa kegiatan pertemuan monitoring tersebut bertujuan mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya kaum perempuan. Zaki menyoroti program Asa Cita dari Pemerintah Pusat yang menekankan pada penguatan ketahanan keluarga. Menurutnya, kualitas keluarga sangat bergantung pada kualitas perempuan.
"Ketika perempuan sudah berkualitas, maka keluarga akan berkualitas. Sekolah pertama adalah rumah, dan guru pertama adalah orang tua, terutama ibu. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan sumber daya manusia," jelas Zaki.
Zaki juga berharap adanya kesadaran untuk mencapai target keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam berbagai aspek. Sebagaimana contoh yang baik telah ditunjukkan oleh DPD RI wilayah Sumsel yang seluruh anggotanya adalah wanita.
Di sisi lain paparannya, Zaki juga menekankan pentingnya pelestarian budaya dan ilmu pengetahuan melalui konservasi naskah kuno. ‘’Konservasi naskah kuno berarti menjaga dan merawat kondisi fisiknya, sementara alih media bertujuan memindahkan isi naskah ke bentuk digital agar lebih tahan lama, mudah dipelajari, dan dapat diakses generasi mendatang," ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....