Antisipasi Gangguan Keamanan, Polres OKU Gelar Sispamkota
- 18 Apr 2026 11:30 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKU - Jajaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Polda Sumatera Selatan, menggelar latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), Kamis, 16 April 2026 di Terminal Tipe A Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat. Tujuannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, mulai dari kericuhan di SPBU hingga eskalasi unjuk rasa besar di Gedung DPRD Kabupaten OKU.
Simulasi dimulai dari skenario antrean panjang kendaraan di SPBU UB Lintas Sumatera. Dalam skenario tersebut, stok BBM dinyatakan habis saat antrean masih panjang, sehingga memicu protes keras dari sejumlah sopir dan masyarakat.
“Maaf, Pak, stok BBM sudah habis,” ujar petugas SPBU dalam skenario. Pernyataan itu langsung memicu emosi sopir yang telah lama mengantre. “Pak, kami sudah lama menunggu. Kok bisa habis? Jangan sampai dijual dulu ke kendaraan industri,” protes salah satu sopir dalam simulasi. Situasi yang memanas kemudian dilaporkan Satpam SPBU ke Call Center 110 Polres OKU, sebelum diteruskan ke unit Pamapta dan Polsek Baturaja Timur.
Mendapat informasi itu, Kapolsek bersama personel segera turun ke lokasi untuk melakukan mediasi dengan pihak SPBU dan masyarakat. Dari hasil negosiasi, disepakati pengisian BBM dibatasi maksimal 20 liter per kendaraan dan dilakukan secara tertib dengan prioritas kendaraan yang lebih dulu mengantre
Setelah situasi terkendali, skenario berlanjut ke viralnya insiden tersebut di media sosial yang memicu aksi damai mahasiswa. Mahasiswa menyampaikan tuntutan terkait penurunan harga BBM, pemerataan distribusi bahan bakar, serta pembukaan lapangan kerja bagi warga lokal.
Jumlah massa yang awalnya sekitar 20 orang kemudian meningkat menjadi 200 orang saat tiba di Gedung DPRD OKU, setelah bergabung dengan masyarakat sekitar. Dalam simulasi, massa menyuarakan tuntutan dengan orasi. “Turunkan harga BBM!”, “Buka lapangan pekerjaan untuk warga lokal!” dan “Tunda kenaikan BBM!.”
Melihat eskalasi yang terus meningkat, Sat Intelkam melaporkan adanya tambahan sekitar 900 massa dari sembilan kecamatan yang bergerak menuju Gedung DPRD. Menyikapi situasi tersebut, Kapolres OKU memerintahkan penerapan Protap Sispamkota, termasuk sistem rayonisasi, penyekatan massa di sejumlah titik, pengamanan lalu lintas, penempatan tim negosiator, Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, hingga kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) dalam posisi siaga. Saat massa mulai terprovokasi dan mencoba memaksa masuk ke gedung DPRD, personel Dalmas Lanjut diterjunkan sesuai prosedur.
Dalam simulasi itu, massa juga melakukan pelemparan batu dan benda tumpul ke arah petugas, sehingga situasi dinaikkan ke level pengamanan lebih lanjut. Usai seluruh tahapan penanganan, Satreskrim melakukan sterilisasi area untuk memastikan lokasi aman. Latihan simulasi tersebut ditutup dengan apel konsolidasi personel dan pengecekan perlengkapan.
Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, menyatakan, kegiatan simulasi menjadi bagian penting dari kesiapan Polres OKU dalam menghadapi potensi kerusuhan massa maupun unjuk rasa berskala besar di wilayah hukumnya. ‘’Ini upaya kita untuk mengantisipasi jika memang terjadi sesuatu hal yang akan menjurus ke arah anarkis,’’ujarnya.
Kapolres juga menyampaikan bahwa kegiatan simulasi juga merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas sumber daya manusia Polri agar personel memiliki kemampuan teknis dan pemahaman etika yang seimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....