Rawan Karhutla di 101 Desa, BPBD OKI Tingkatkan Kesiapsiagaan
- 18 Apr 2026 13:00 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Ogan Komering Ilir- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 16 kecamatan. Selain itu BPBD OKI juga telah melakukan pemetaan wilayah rawan karhutla sebagai langkah antisipasi memasuki musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD OKI, Nova Triyussanto, mengatakan, dari hasil pemetaan yang dilakukan, terdapat 101 desa yang masuk wilayah rawan karhutla. “Ratusan desa itu tersebar di 16 kecamatan di OKI,” katanya, Kamis, 16 April 2026.
Ia menjelaskan, mayoritas desa rawan karhutla tersebut berada di kawasan dengan karakteristik lahan gambut, sedangkan sebagian kecil lainnya berada di lahan mineral. “Mayoritas wilayah yang rawan karhutla memiliki karakteristik lahan gambut,” jelasnya.
Sementara itu, dua kecamatan yang tidak masuk kategori rawan berdasarkan hasil pemetaan yakni Mesuji Makmur dan Lempuing. Meski demikian, kedua wilayah tersebut tetap menjadi perhatian. “Dua daerah itu tidak termasuk wilayah rawan, namun tetap diwaspadai,” ujarnya.
BPBD OKI juga menetapkan sejumlah kecamatan sebagai prioritas penanganan karena memiliki jumlah desa rawan terbanyak. Kecamatan Tulung Selapan tercatat memiliki 15 desa rawan karhutla, disusul Cengal 14 desa, Sungai Menang 11 desa, Pangkalan Lampam 10 desa, dan Kayu Agung sembilan desa.
Selanjutnya, Kecamatan Jejawi dan Pampangan masing-masing tujuh desa, Pedamaran dan Tanjung Lubuk masing-masing enam desa, Lempuing Jaya empat desa, serta Pedamaran Timur tiga desa. Lalu, Kecamatan Mesuji, Mesuji Raya, Teluk Gelam, dan SP Padang masing-masing dua desa, sedangkan Air Sugihan satu desa.
"Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi BPBD OKI dalam menyiapkan upaya pencegahan dini, patroli lapangan, serta koordinasi lintas instansi guna menekan risiko karhutla," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....