Pemkot Palembang Gencarkan Program KIE Hadapi Lonjakan Sampah

  • 09 Apr 2026 22:17 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Meningkatnya produksi sampah mencapai 1.000 ton per hari dorong pemerintah memperkuat edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. Pemerintah Kota Palembang menilai perubahan perilaku warga menjadi kunci utama dalam menekan timbunan sampah.

‎Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mengatakan pengelolaan sampah tidak lagi hanya berorientasi pada capaian penghargaan seperti Adipura. Fokus utama kini diarahkan pada peningkatan kesadaran publik melalui Program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).

‎Ia menegaskan, tanggung jawab pengelolaan sampah bukan hanya berada pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan maupun petugas lapangan. Seluruh elemen masyarakat wajib terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

‎"Pengelolaan sampah bukan hanya tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) atau petugas "Pasukan Kuning" saja, tetapi wajib melibatkan seluruh lapisan masyarakat," ungkapnya, Kamis 9 April 2026.

‎Menurut Aprizal, pengelolaan sampah harus dilakukan secara sistematis dan sesuai prosedur teknis. Melalui pendekatan ini, warga diharapkan mampu mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

‎Aprizal menambahkan, program tersebut merupakan instruksi langsung dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang. Tujuannya tidak hanya menciptakan lingkungan bersih, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sektor pengelolaan sampah.

‎"Harapannya melalui pengelolaan sampah yang baik, tidak hanya lingkungan yang bersih yang kita dapatkan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat dalam aspek persampahan ini dapat tercapai," ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala DLHK Kota Palembang, Ahmad Mustain, mengatakan edukasi menjadi langkah strategis untuk menekan volume sampah harian. Selain itu, pemkot juga akan mengintegrasikan program ini dengan skema LSDP dari Kementerian Dalam Negeri.

‎Kecamatan Sukarami dan Kecamatan Sako, ditetapkan sebagai lokasi percontohan. "Pemilihan dua kecamatan ini karena jauh dari pusat pengolahan sampah, sehingga jika berhasil, volume sampah ke hilir berkurang drastis," ujarnya.

‎Pengelolaan sampah ke depan akan diperkuat melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tingkat kecamatan. Dengan sistem ini, hanya residu akhir yang akan dibuang ke tempat pembuangan akhir sehingga lebih efisien.

‎"Mudah-mudahan kolaborasi dengan DLHK dan Kemendagri ini segera terwujud sehingga Palembang menjadi kota yang benar-benar bersih melalui kesadaran warganya sendiri," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....