Dikepung Banjir, Warga Desak Perbaikan Jalan Nasional yang Amblas

  • 08 Apr 2026 21:41 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin - Warga Sukajadi Timur meminta pemerintah segera memperbaiki jalan nasional yang amblas di KM 13. Kondisi tersebut dinilai menghambat aliran sungai di bawahnya dan memicu banjir di permukiman.

Kerusakan jalan menyebabkan gorong-gorong tidak berfungsi optimal sehingga aliran air tersendat. Akibatnya, luapan air meluas dan sulit surut terutama saat hujan deras.

Salah seorang warga, Erni, mengatakan banjir terjadi sejak beberapa hari terakhir. Air bahkan menggenangi permukiman hingga menyulitkan aktivitas warga.

Ia menjelaskan banjir terdampak di sejumlah wilayah RT 8, RT 9, dan RT 12. Kondisi paling parah terjadi di RT 8 dengan genangan air cukup tinggi dan disebagian wilayah masih belum surut.

"Ketinggian air selutut orang dewasa dan sulit surut karena aliran di bawah jalan tidak lancar," ujarnya, Rabu, 8 April 2026. Warga berharap perbaikan segera dilakukan agar kondisi tidak semakin parah.

Erni (tengah) salah seorang warga terdampak banjir.

Menurutnya, masalah utama terletak pada gorong-gorong yang tertutup akibat amblesnya badan jalan. Perbaikan yang dilakukan sebelumnya dinilai hanya menyentuh bagian atas jalan.

Akibat kondisi tersebut, aliran air menjadi terhambat dan menumpuk di permukiman warga. Situasi ini menyebabkan banjir berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya.

"Sumur warga kotor akibat banjir yang lambat surut," kata Erni.

Pemerintah kelurahan disebut telah turun langsung meninjau lokasi banjir. Namun, warga menilai penanganan masih sebatas pemantauan tanpa solusi konkret.

Warga berharap ada langkah nyata dalam pembenahan gorong-gorong dan saluran air. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengatasi penyebab utama banjir.

Banjir sebelumnya juga pernah terjadi pada Desember lalu dengan dampak luas. Peristiwa serupa kembali terulang akibat permasalahan drainase yang belum terselesaikan.

Selain itu, perbaikan jalan nasional dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat. Langkah cepat pemerintah diharapkan dapat mengurangi dampak kerugian bagi warga sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....