Gunung Dempo Erupsi, Jalur Pendakian Resmi Ditutup

  • 08 Apr 2026 14:39 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Semburan abu vulkanik Gunung Dempo setinggi 2.500 meter yang terjadi pada Selasa dini hari, 7 April 2026, memaksa otoritas setempat menutup total seluruh jalur pendakian. Meskipun status gunung api ini masih bertahan di Level II atau Waspada, risiko keselamatan di radius bahaya menjadi pertimbangan utama.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pagar Alam, Jon Hasman, menegaskan, penutupan ini merupakan langkah antisipasi menyusul erupsi yang terekam memiliki durasi hingga 176 detik tersebut. Radius dua kilometer dari kawah kini menjadi zona terlarang bagi aktivitas pendakian.

"Untuk mengantisipasi, kita tutup pendakian saja sekarang karena di radius 2 kilometer yang tidak kita perbolehkan mendaki, maka sebaiknya kita tutup," ungkap Jon Hasman dalam wawancara bersama RRI, Rabu, 8 April 2026.

Pengawasan di lapangan diperketat melalui koordinasi dengan tim registrasi pendakian yang dikenal sebagai "Brigade". Tim ini bertugas memastikan tidak ada pendaki yang nekat menerobos, sekaligus memantau logistik dan durasi pendaki yang sebelumnya sudah berada di atas agar segera turun.

"Setiap orang yang mau naik dia harus lapor situ, dilihat apa persiapannya layak enggak naik. Termasuk barang-barang yang dibawa," tambah Jon menjelaskan fungsi kontrol dari tim Brigade di jalur resmi.

Baca juga: Erupsi Gunung Dempo, Warga Diminta Jauhi Radius 1 Km

Selain pendaki, masyarakat yang bermukim di sekitar kaki gunung juga diminta meningkatkan kewaspadaan. PVMBG sebelumnya telah mengeluarkan imbauan agar area bukaan kawah sejauh dua kilometer ke sektor utara dikosongkan dari aktivitas manusia.

Jon juga mengingatkan warga agar tidak termakan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait aktivitas vulkanik ini.

"Kita harapkan warga waspada dan tidak mudah percaya dengan berita-berita yang sumbernya tidak jelas yang akan membuat gaduh di masyarakat," tegasnya.

Hingga saat ini, BPBD bersama instansi terkait terus memantau perkembangan visual maupun kegempaan dari Pos Pengamatan Gunung Api Dempo. Jalur evakuasi pun telah dipetakan sebagai bagian dari dokumen kontinjensi untuk menghadapi skenario terburuk.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....