Sekolah Rakyat Setara Sekolah Umum, Tekankan Karakter dan Kemandirian Siswa
- 06 Apr 2026 15:40 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Keberadaan sekolah rakyat di Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi angin segar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang kesulitan mengakses pendidikan formal. Sekolah alternatif ini hadir dengan semangat pemerataan pendidikan, tanpa memungut biaya dari peserta didik.
Di beberapa kabupaten/kota di Sumsel, sekolah rakyat dikelola oleh komunitas, yayasan, maupun tokoh masyarakat yang peduli terhadap nasib anak putus sekolah. Dengan fasilitas sederhana, para pengajar sukarelawan berupaya memberikan pembelajaran dasar seperti membaca, menulis, berhitung, serta pendidikan karakter.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 7 Palembang, Diana Nursanti, dalam Dialog Beranda Asta Cita Sabtu,4 April 2026 di PRO 1 RRI Palembang menjelaskan, sekolah rakyat tingkat menengah atas di Palembang telah berjalan sebagaimana sekolah pada umumnya. Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran sudah berlangsung dan siswa juga telah menerima rapor layaknya sekolah formal lainnya.
“Sekolah rakyat di Palembang sudah berjalan, proses belajar sudah dilakukan dan siswa juga sudah menerima rapor, sama seperti sekolah biasa,” ujarnya.
Sementara itu, Zulfikri menekankan bahwa sekolah rakyat memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan keterampilan siswa agar mampu mandiri. Menurutnya, pendidikan harus mampu menanamkan nilai budaya, karakter, serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Sekolah rakyat harus membentuk nilai karakter, budaya, serta keterampilan agar siswa dapat mandiri,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kualitas siswa sangat ditentukan oleh kualitas guru. Guru yang kompeten akan melahirkan peserta didik yang berkarakter kuat dan memiliki daya saing global.
“Murid berkarakter merupakan output dari guru-guru yang hebat. Keterampilan yang dimiliki siswa nantinya akan membuat mereka mampu bersaing di dunia global,” tambahnya.
Lebih lanjut, Zulfikri menegaskan pentingnya guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia juga menilai tidak ada perbedaan antara sekolah rakyat dengan sekolah lainnya dalam hal kualitas pendidikan.
“Guru harus berkembang mengikuti zaman, dan tidak ada perbedaan antara sekolah rakyat dengan sekolah lainnya,” tegasnya.
Tantangan terbesar yang dihadapi sekolah rakyat di Sumsel saat ini adalah keberlanjutan pendanaan, ketersediaan tenaga pengajar tetap, serta pengakuan formal agar lulusannya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan lebih, baik melalui bantuan operasional, pelatihan guru, maupun legalitas lembaga. Dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, sekolah rakyat diyakini mampu menjadi solusi nyata dalam menekan angka putus sekolah di Sumatera Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....