Dharma Santi Nyepi Perkuat Toleransi Sumsel

  • 04 Apr 2026 10:38 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Perayaan Dharma Santi Nyepi di Sumatera Selatan menjadi momentum penguatan toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Kegiatan ini menegaskan keberagaman sebagai kekuatan sosial di tengah masyarakat.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghadiri kegiatan tersebut di Pura Sriwijaya, Kamis 4 April 2026. Kehadirannya menunjukkan dukungan pemerintah terhadap kehidupan beragama yang harmonis.

Kegiatan Dharma Santi berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang penuh kebersamaan. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antarumat beragama.

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan kebahagiaannya dapat hadir bersama masyarakat. Ia menilai Sumatera Selatan mampu menjaga kondisi tetap kondusif di tengah keberagaman.

“Keberagaman ini menjadi kekuatan kita dalam menciptakan kedamaian,” ujarnya. Ia menegaskan budaya lokal termasuk adat Bali tetap terjaga dengan baik.

Ia menambahkan perayaan Nyepi menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk introspeksi diri. Nilai tersebut dinilai relevan dalam menjaga kedamaian sosial.

Sementara itu, Pengawas Persatuan Adat Bali Sumatera Selatan I Gusti Bagus Suryanegara menjelaskan makna Dharma Santi. Kegiatan ini menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengukuhkan pengurus Perkumpulan Adat Bali Sumsel periode 2025 hingga 2028. I Made Sutama ditetapkan sebagai ketua terpilih.

Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi adat di Sumatera Selatan. Peran organisasi dinilai penting dalam menjaga nilai budaya dan kebersamaan.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Sinergi antarumat menjadi fondasi penting bagi stabilitas daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....